MASSA yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta melakukan aksi demonstrasi dengan melakukan long march dari depan Kedutaan Besar Amerika Serikat hingga Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin, 22 Juni 2026. Salah satu massa yakni dari kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur turut hadir memberikan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Menurut pantauan Tempo di lokasi, ibu-ibu PKK tersebut terlihat membawa spanduk bertuliskan: “Kami Emak-emak Dukung MBG. Tolong, jangan dihentikan!”. Ada juga yang bertuliskan “MBG Harus Berlanjut!!”. Mereka datang sejak pukul 10.00 WIB menggunakan angkot beramai-ramai.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Suherti, salah satu anggota PKK yang berasal dari Kelurahan Munjul mengatakan kedatangannya untuk memberi dukungan pada MBG agar lebih maju, terutama untuk karyawan dan kadernya. “Kami membantu untuk balita yang kurang gizi,” ujar Suherti saat ditemui di lokasi aksi, Senin siang.
Suherti menyebut salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu perlu diperbaiki dari segi menu makanannya. “Menunya dibaguskan agar kualitasnya lebih bagus, yang menerima juga lebih sehat, terutama untuk balita,” lanjut Suherti.
Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional memiliki program khusus yang disebut MBG 3B yang menyasar pada Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD. Seperti yang diketahui, MBG untuk balita didistribusikan melalui kader kesehatan setempat atau oleh kader-kader PKK.
Aksi damai yang dilaksanakan hari ini bertujuan sebagai bentuk dukungan terhadap program MBG yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo itu. Peserta aksi terdiri dari berbagai kalangan, termasuk ibu-ibu PKK dan keluarga yang terdampak program MBG.
Adapun tuntutan utama dalam aksi damai ini yakni melanjutkan program MBG dan pemberantasan pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi dalam program MBG.
Di sisi lain, sebelumnya kelompok mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jumat, 19 Juni 2026. Dalam aksinya para mahasiswa membawa lima tuntutan kepada pemerintah. Salah satunya menurut evaluasi program MBG.
Pantauan Tempo di lokasi, massa aksi bertajuk "Menuju Pembebasan Nasional" itu tiba di gedung DPR sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka melakukan orasi di depan gerbang utama DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Selain soal MBG, mahasiswa juga meminta agar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) perlu ditinjau kembali efektivitas, transparansi, serta dampaknya terhadap masyarakat. Kedua, menolak pemborosan anggaran negara dan mendesak pemerintah untuk mengutamakan pengelolaan keuangan negara yang efisien, tepat sasaran, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Ketiga, menyejahterakan guru honorer melalui kebijakan yang menjamin kepastian status, peningkatan kesejahteraan, dan perlindungan hak-hak tenaga pendidik. Keempat, menstabilkan harga BBM guna menjaga daya beli masyarakat dan mencegah semakin beratnya beban ekonomi rakyat. Serta kelima, menegakkan supremasi sipil sebagai prinsip fundamental demokrasi dan negara hukum yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.
Selain HMI, sejumlah mahasiswa dari Universitas Trisakti juga direncanakan melaksanakan aksi massa di depan Gedung DPR hari ini. Menteri Kepresidenan Luar Negeri Universitas Trisakti, Arief Rizquna, menjelaskan bahwa demonstrasi yang digelar bukan merupakan aksi spontan, melainkan hasil konsolidasi dan persiapan yang telah dilakukan selama beberapa hari terakhir.
“Kami sudah melakukan persiapan sejak kurang lebih dua hari lalu, mulai dari konsolidasi, inventarisasi isu, hingga bagaimana akumulasi gerakan dan kemarahan ini dapat berbuah menjadi sebuah gerakan,” kata Arief saat ditemui sebelum aksi, Jumat, 19 Juni 2026.


















































