Cerita Ghea Indrawari Menemukan Gaya Makeup dari TikTok

2 hours ago 1

TREN kecantikan yang bermunculan di media sosial membuat semakin banyak orang berani bereksperimen dengan penampilan. Namun musisi sekaligus kreator TikTok Ghea Indrawari menilai setiap orang tetap perlu menemukan gaya yang sesuai dengan karakter diri masing-masing.

Ghea mengaku dirinya juga kerap menemukan inspirasi makeup melalui TikTok. Salah satu tren yang pernah ia ikuti adalah ombre lips dengan bagian tengah bibir yang dibuat lebih pucat untuk menciptakan efek gradasi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kalau dulu aku suka ombre yang pucat banget. Sekarang aku merasa makeup yang seperti sekarang lebih cocok sama wajah dan keseluruhan look aku," ujar Ghea dalam acara TikTok For You Beauty bertajuk #TemukanCantikmu di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurutnya, banyaknya referensi kecantikan yang hadir di TikTok membuat pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk mengeksplorasi penampilan. Mulai dari baby makeup hingga douyin makeup yang belakangan banyak diminati, semuanya bisa menjadi inspirasi untuk menemukan gaya yang paling sesuai.

"Referensinya sekarang banyak banget. Ada korean makeup, douyin makeup, dan berbagai tren lainnya. Tinggal disesuaikan saja mana yang cocok sama diri kita," katanya.

Ghea menilai tren kecantikan yang terus berkembang membuat banyak orang lebih berani mencoba hal baru. Namun, ia mengingatkan bahwa bentuk wajah dan karakter setiap orang berbeda sehingga tidak semua tren harus diikuti begitu saja.

"Kadang kita lihat makeup orang lain bagus banget terus ingin ikut. Padahal bentuk wajah dan fiturnya berbeda. Jadi yang paling penting sebenarnya menemukan apa yang cocok untuk diri sendiri," ujarnya.

Pengalaman serupa juga dirasakan kreator kecantikan sekaligus dokter Naila Dinillah. Ia mengaku sempat meragukan sejumlah tren makeup yang viral di media sosial sebelum akhirnya mencoba sendiri. Salah satu tren yang sempat membuatnya ragu adalah blonde brows atau alis berwarna terang yang sempat ramai digunakan para beauty creator.

Awalnya Naila merasa tren tersebut tidak akan cocok untuk dirinya karena warna alis yang terlalu terang dinilai kurang menyatu dengan warna rambutnya. Namun setelah mencoba sendiri, hasilnya justru di luar ekspektasi. "Aku awalnya mikir alis blonde itu aneh dan nggak nyambung sama rambut aku. Tapi pas dicoba ternyata malah cocok dan memberikan kesan yang berbeda," kata Naila.

Meski terbuka terhadap berbagai tren baru, Naila menegaskan bahwa kondisi kulit tetap harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, penggunaan makeup saat kulit sedang mengalami breakout atau iritasi dapat memperburuk kondisi apabila tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat.

Ia mencontohkan penggunaan makeup dalam waktu lama saat cuaca panas atau ketika menggunakan masker yang dapat membuat kulit lebih rentan mengalami masalah.

"Kalau memang kulit sedang bermasalah, nggak ada salahnya kasih waktu istirahat. Yang penting itu bukan cuma makeup-nya, tapi bagaimana kita membersihkan dan merawat kulit setelahnya," ujarnya.

Selain itu, Naila juga mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis dalam mengonsumsi konten kecantikan di media sosial. Sebagai dokter sekaligus kreator, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang dibagikan tidak menyesatkan audiens.

"Kita harus pintar memilih siapa yang diikuti. Jangan hanya karena viral lalu langsung percaya dan mencoba semuanya," katanya. 

GHAEIZA KAY RASUFFI

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |