CANTIKA.COM, Jakarta - Tren frozen yogurt alias froyo masih diminati karena label "rendah lemak" hingga "kaya probiotik" yang disematkan padanya. Namun, apakah froyo benar-benar jauh lebih sehat dibandingkan es krim, atau ini sekadar trik pemasaran semata?
Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, yuk deep dive penjelasan para ahli gizi tentang froyo dan es krim. Mereka memaparkan dari perbandingan gizi, kandungan gula, hingga tips menikmatinya tanpa rasa bersalah (guilt-free).
Perbedaan Froyo dan Es Krim dari Proses sampai Tekstur
Secara kasat mata keduanya tampak mirip, namun proses pembuatannya beda banget. Johannah Katz, ahli diet terdaftar yang berfokus pada kinerja gizi dan manajemen berat badan, menjelaskan bahwa es krim dibuat dari campuran krim dan susu manis yang dipasteurisasi, dibekukan, lalu diolah hingga bertekstur lembut. Bahkan, regulasi ketat seperti FDA (BPOM-nya Amerika) mewajibkan es krim memiliki setidaknya 10 persen lemak susu.
Di sisi lain, froyo diolah menggunakan basis yoghurt terfermentasi. Proses fermentasi inilah yang membuat kadar laktosa pada froyo cenderung lebih rendah dibandingkan es krim biasa.
Mana yang Lebih Sehat? Tergantung Kebutuhan Tubuhmu!
Apakah froyo otomatis menang telak atas es krim? Ternyata tidak sesederhana itu. Megan Wroe, ahli gizi terdaftar di Providence St. Jude Medical Center, mengungkapkan bahwa kedua sajian ini memiliki profil gizi yang berbeda:
Es Krim: Cenderung tinggi kalori dan lemak jenuh, namun memiliki kandungan gula tambahan yang relatif lebih rendah.
Froyo: Lebih rendah lemak jenuh, tetapi kerap mengandung gula tambahan yang lebih tinggi.
"Rasa asli yoghurt cenderung asam. Untuk menutupi rasa asam tersebut dan membuatnya disukai publik, produsen biasanya menambahkan gula dalam jumlah yang lebih banyak," jelas Wroe.
Ilustrasi es krim. Foto: Unsplash/Michelle Tsang
Topping, Godaan Kalori Tambahan
Banyak gerai froyo mengusung konsep self-service untuk opsi pugasan atau topping. Di sinilah perangkap kalori tambahan sering terjadi.
Satu porsi froyo polos yang sejatinya rendah lemak bisa berubah menjadi 'bom kalori' saat ditumpuk dengan brownies, biskuit renyah, saus manis, hingga permen.
Bagaimana dengan klaim bakteri baik atau probiotik. Katz mengingatkan bahwa meski dibuat dari kultur hidup, jumlah bakteri baik aktif yang tersisa saat froyo dikonsumsi dalam kondisi beku bisa berkurang signifikan.
Froyo vs Es Krim: Mana yang Harus Kamu Pilih?
Kedua hidangan dingin ini memiliki kelebihannya masing-masing sesuai kebutuhan kondisi tubuh:
Pilih Froyo jika: Kamu memiliki intoleransi laktosa ringan atau sedang membatasi asupan lemak jenuh. Pilih topping secara bijak, seperti buah segar, kacang-kacangan, atau dark chocolate chips (maksimal 1–2 jenis).
Pilih Es Krim jika: Kamu ingin rasa kenyang yang lebih bertahan lama. Kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi pada es krim memberikan efek rasa kenyang yang lebih mantap.
Kesimpulannya, ahli gizi menegaskan bahwa baik froyo maupun es krim adalah kategori dessert atau makanan penutup. Tidak perlu memberi label 'makanan baik' atau 'makanan jahat' pada keduanya. Kunci utamanya, kamu mengontrol porsi dan kesadaran memilih bahan tambahan yang dikonsumsi. Bandingkan kadar gula, lemak jenuh, dan protein pada kemasan, lalu pilih sajian yang paling kamu nikmati secara bijak!
Pilihan Editor: Manfaat Yoghurt sebagai Camilan Sehat untuk Anak, Ini Kata Dokter
REAL SIMPLE | SILVY RIANA PUTRI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































