11 Tips Memilih Daycare yang Aman bagi Anak, Jangan Abaikan Intuisi

5 hours ago 2

CANTIKA.COMJakarta - Kepolisian Resor Kota Yogyakarta menetapkan 13 orang tersangka kekerasan dan penelantaran anak yang terjadi di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha yang berlokasi di Kecamatan Umbulharjo.

Kapolresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Eva Guna Pandia mengatakan penetapan tersangka ini dilakukan setelah gelar perkara pada Sabtu malam. "Total ada 13 tersangka," kata Eva di Yogyakarta, Ahad, 26 April 2026. Rincian tersangka meliputi satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan sebelas orang pengasuh. 

Para tersangka dijerat dengan Pasal 76A hingga 76C Juncto Pasal 77 hingga 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak karena melakukan tindakan diskriminatif serta membiarkan anak dalam situasi perlakuan salah atau penelantaran.

Ia menjelaskan kepolisian saat ini masih mendalami motif di balik kekerasan tersebut, sementara pasal yang disangkakan berkaitan erat dengan tindak pidana memperlakukan anak secara tidak manusiawi.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, memaparkan dari total 103 anak yang terdaftar di tempat tersebut, sebanyak 53 anak di antaranya telah terverifikasi menjadi korban kekerasan.  Seluruh korban merupakan balita dengan rentang usia di bawah dua tahun. 

"Secara kesimpulan memang itu tidak manusiawi. Karena ada juga yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya. (Korban) usia di bawah 2 tahun," kata Adrian.

Selain tindakan fisik, kondisi fasilitas penampungan dinilai tidak layak karena kamar sempit dipaksakan menampung puluhan anak, yang mengakibatkan mayoritas korban menderita gangguan kesehatan serius seperti pneumonia.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memastikan daycare Little Aresha beroperasi secara ilegal karena tidak mengantongi izin sebagai Tempat Penitipan Anak (TPA), PAUD, maupun TK dari instansi terkait. 

Hasto menyatakan meskipun lokasi tersebut memiliki yayasan, ketiadaan izin operasional membuat pemerintah tidak bisa melakukan verifikasi standar kelayakan mulai dari dapur hingga prosedur pengasuhan. "Kami segera melakukan penyisiran atau sweeping terhadap seluruh lembaga penitipan anak yang ada untuk memastikan keamanan dan legalitas layanan mereka," kata dia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY Erlina Hidayati Sumardi, mengatakan setiap bentuk kekerasan terhadap anak adalah pelanggaran hak asasi yang tidak dapat ditoleransi. 

Erlina menjelaskan DP3AP2 DIY bersama berbagai pihak terkait telah menyiapkan layanan terpadu untuk memberikan pendampingan psikososial bagi anak dan dukungan bagi keluarga yang mengalami trauma mendalam. 

Selain fokus pada pemulihan korban melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan, Erlina akan mengevaluasi total sistem perizinan dan pengawasan daycare di seluruh wilayah DIY agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Berkaca pada kasus memprihatinkan tersebut, perlu diketahui jika memilih pusat penitipan anak yang tepat adalah keputusan besar yang dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan dan perkembangan anak Anda, serta ketenangan pikiran Anda. Dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, penting untuk mempertimbangkan dengan cermat apa yang paling penting bagi Anda dan keluarga. 

Berikut adalah 10 tips memilih daycare yang aman bagi anak. 

1. Keselamatan dan Keamanan

Keselamatan anak Anda adalah prioritas utama. Carilah pusat penitipan anak dengan sistem masuk yang aman, kebijakan yang jelas untuk pengantaran dan penjemputan, serta lingkungan yang aman dan terawat dengan baik. Periksa peralatan yang sesuai usia, langkah-langkah pengamanan anak, dan rencana kesiapsiagaan darurat.

2. Kualifikasi dan Rasio Staf

Kualitas perawatan sangat bergantung pada staf. Pastikan pengasuh memiliki kualifikasi di bidang pendidikan anak usia dini dan terlatih dalam pertolongan pertama dan CPR. Selain itu, tanyakan tentang rasio anak terhadap staf kelompok yang lebih kecil seringkali berarti perhatian yang lebih individual untuk anak Anda.

3. Kebersihan dan Higiene

Lingkungan penitipan anak yang bersih sangat penting untuk kesehatan anak Anda. Selama kunjungan Anda, amati kebersihan fasilitas, termasuk area bermain, kamar mandi, dan dapur. Tanyakan tentang kebijakan mereka untuk membersihkan mainan, tempat tidur, dan area umum.

4. Rutinitas dan Aktivitas Harian

Anak-anak tumbuh subur dengan rutinitas, jadi mintalah contoh jadwal untuk melihat bagaimana hari itu disusun. Carilah keseimbangan aktivitas, termasuk bermain bebas, waktu di luar ruangan, pembelajaran terstruktur, dan waktu istirahat. Program yang mendukung tahap perkembangan dan minat anak Anda adalah yang ideal.

5. Pendekatan terhadap Disiplin

Setiap tempat penitipan anak memiliki pendekatan sendiri dalam mendukung dan mengelola perilaku serta disiplin anak. Pastikan filosofi mereka selaras dengan gaya pengasuhan Anda. Tanyakan bagaimana mereka menangani tantangan perilaku umum, seperti berbagi, menggigit, atau tantrum, dan pastikan metode mereka penuh hormat dan sesuai usia.

6. Komunikasi dengan Orang Tua

Komunikasi terbuka adalah kunci keberhasilan kemitraan antara orang tua dan pengasuh. Cari tahu bagaimana pusat penitipan anak tersebut memberi Anda informasi tentang perkembangan dan aktivitas harian anak Anda. Apakah mereka menyediakan laporan harian, buletin, atau pembaruan melalui aplikasi?

7. Makanan dan Nutrisi

Jika tempat penitipan anak menyediakan makanan atau camilan, tanyakan tentang menu dan apakah mereka mengakomodasi alergi atau pembatasan diet. Pusat penitipan anak yang menekankan makanan sehat dan seimbang serta mendorong kebiasaan makan yang baik dapat mempersiapkan anak Anda untuk kesehatan seumur hidup.

8. Ruang Terbuka dan Area Bermain

Bermain sangat penting untuk perkembangan, jadi periksa area bermain luar dan dalam ruangan di pusat tersebut. Apakah area tersebut luas, aman, dan dilengkapi dengan baik? Carilah berbagai aktivitas yang mendorong permainan fisik, sosial, dan imajinatif.

9. Fleksibilitas dan Jam Kerja

Pastikan jam operasional pusat penitipan anak sesuai dengan jadwal Anda. Beberapa menawarkan jam operasional yang lebih panjang, pilihan paruh waktu, atau waktu antar jemput yang fleksibel. Selain itu, tanyakan juga tentang kebijakan mereka terkait penjemputan terlambat, penutupan, dan hari libur.

10. Reputasi dan Ulasan

Rekomendasi dari mulut ke mulut bisa sangat berharga saat memilih tempat penitipan anak. Bicaralah dengan orang tua lain tentang pengalaman mereka, dan cari ulasan online. Pusat penitipan anak yang bereputasi baik dengan keluarga yang bahagia seringkali merupakan pertanda baik.

11. Percaya pada Intuisi 

Pada akhirnya, percayalah pada insting Anda. Jika sebuah pusat penitipan anak terasa ramah, profesional, dan selaras dengan nilai-nilai keluarga Anda, kemungkinan besar itu adalah pilihan yang tepat. Lingkungan yang hangat dan penuh kasih sayang dapat membuat perbedaan besar dalam pengalaman awal anak Anda, serta mendukung transisi emosional bagi Anda berdua.

Memilih tempat penitipan anak adalah langkah besar, tetapi dengan meluangkan waktu untuk mengevaluasi pilihan Anda secara menyeluruh, Anda dapat menemukan tempat di mana anak Anda merasa aman, bahagia, dan didukung. Gunakan 10 pertimbangan ini sebagai panduan untuk membuat keputusan yang tepat dan terbaik untuk keluarga Anda.

INSTAGRAM | HEYMAMA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |