Tumpahan Oli Bekas Mencemari Drainase-Irigasi di Probolinggo

5 hours ago 5

RIBUAN liter oli bekas tumpah mencemari drainase permukiman dan saluran irigasi di Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, pada Sabtu, 11 April 2026. Sumber tumpahan oli itu diduga dari perusahaan pengolahan oli.

Informasi yang dihimpun Tempo menyebutkan kran tangki yang berisi ribuan liter oli bekas terbuka, sehingga oli terbuang keluar dan mengalir ke selokan hingga saluran irigasi di Kelurahan Sumber Taman. Belum ada penjelasan mengapa kran tangki yang seharusnya dalam posisi tertutup itu kemudian terbuka. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Menurut informasi, itu akibat sistem error dari salah satu perusahaan pengolahan oli," kata Camat Wonoasih Eko Candra saat dihubungi Tempo, Selasa, 14 April 2026. Ia juga mengatakan persoalan tumpahan oli tersebut sudah tertangani. "Tinggal yang ada di pinggiran-pinggiran aliran," ujar Eko.

Eko mengatakan ia menerima laporan kejadian itu dari Lurah Sumber Taman pada Sabtu akhir pekan kemarin. Pihak perusahaan sudah turun ke lokasi untuk melakukan upaya penanganan. "Sempat dilakukan penyedotan oli yang tumpah itu oleh perusahaan," ujar Eko.

Pihak kelurahan bersama dengan Babinsa (Bintara Pembina Desa) serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), Selasa ini berada di lokasi untuk mengawasi upaya penanggulangan dampak oli bekas tersebut. 

Sementara Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo hingga saat ini masih melakukan penanganan terkait persoalan ini. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Retno Wandansari tidak banyak memberikan komentarnya terkait peristiwa oli bekas yang mencemari drainase permukiman dan saluran irigasi di kelurahan setempat. "Masih kami tangani," ujar Retno kepada Tempo melalui pesan singkatnya.

Dimas Adrianto, warga Kota Probolinggo, kepada Tempo mengatakan ada beberapa petani menyampaikan takut mengairi sawahnya dua hari terakhir ini karena khawatir tanamannya terdampak oli tersebut. "Masih ada endapan oli di saluran irigasi. Petani takut memasukkan air ke sawah," ujarnya.

Dimas menyaksikan sendiri Senin sore kemarin bagaimana oli masih mengotori salah satu cek dam di Kelurahan Wiroborang. "Salah satu cek dam di Kelurahan Wiroborang terlihat kotor karena oli. Permukaan air irigasi yang menuju sawah juga tampak membayang ada campuran minyak," ujar Dimas, Selasa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Fitriawati saat dikonfirmasi Tempo mengaku belum mendapat laporan ihwal adanya petani takut mengairi sawah karena kejadian oli yang terbuang dan mengalir ke saluran irigasi. "Nanti saya cek," ujar Fitriawati. 

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |