Transcoal Pacific Masuk Daftar Saham Terkonsentrasi Tinggi

2 hours ago 2

BURSA Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) masuk ke dalam daftar high shareholding concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. TCPI menjadi emiten ke-11 yang masuk ke dalam daftar tersebut.

Berdasarkan pengumuman BEI, sebesar 94,1 persen dari total saham perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham. “Pengumuman ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang Pasar Modal,” tulis BEI dalam pengumuman pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebelumnya, ada 10 emiten yang juga masuk ke dalam daftar HSC. Mereka adalah PT Barito Renewables energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan bursa telah melakukan audiensi dengan sejumlah emiten HSC. “Saya tidak menyebut nama, tapi sebagian besar perusahaan-perusahaan tersebut sudah ketemu dengan kami,” kata Nyoman kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 19 Mei 2026.

Audiensi tersebut membahas langkah yang bisa ditempuh perusahaan agar bisa keluar dari daftar HSC. Nyoman mengatakan bahwa salah satu yang bisa dilakukan adalah memetakan kepemilikan. Ia menyatakan bursa tidak memandang afiliasi terhadap kepemilikan saham, namun lebih menitikberatkan pada porsi kepemilikan yang terkonsentrasi pada segelintir pihak.

Menurut Nyoman, ketika kepemilikan saham terkonsentrasi, pembentukan harga di pasar tidak akan menunjukkan kondisi yang objektif. “Teman-teman sekalian, yang juga ingin kami sampaikan adalah bahwa dengan penyebaran yang relatif merata, tentu pembentukan harga akan mengarah kepada objektivitas dari fundamentalnya,” ucap dia.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |