Siapa Anthony Robbins yang Dibawa Prabowo ke Acara MBG?

5 hours ago 4

PRESIDEN Prabowo Subianto mengajak motivator sekaligus pengusaha asal Amerika Serikat, Anthony Robbins, ke acara bersama 12 ribu penggerak dan mitra program makan bergizi gratis (MBG) di Bogor, Jawa Barat. Di hadapan hadirin, Prabowo memperkenalkan Tony, sapaan Robbins, sebagai sahabatnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Prabowo, Robbins berasal dari keluarga yang serba susah, namun berhasil membalikkan nasib. "Dari kecil beliau menghadapi tantangan karena berasal dari keluarga yang sangat miskin," kata Presiden saat mengenalkan Robbins dalam acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition, Rabu, 3 Juni 2026 seperti disiarkan Sekretariat Presiden.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan dirinya dan Robbins punya banyak kesamaan pandangan. Salah satunya dalam berupaya membantu masyarakat yang kelaparan. "Beliau juga salah satu yang mempelopori pemberian makan kepada orang-orang yang kelaparan di seluruh dunia, tidak hanya di negaranya sendiri," ucap Prabowo.

Prabowo mengaku berjumpa dengan Robbins karena motivator yang menulis berbagai buku pengembangan diri ini tertarik ketika mendengar program MBG. Lantas siapa Anthony Robbins?

Anthony Jay Robbins lahir dengan nama Anthony Mahavoric di California, Amerika Serikat pada 29 Februari 1960. Laki-laki keturunan Kroasia ini dikenal sebagai motivator yang kerap menggelar seminar dan menulis buku pengembangan diri.

Buku pertama Robbins adalah Unlimited Power (1986) yang ia tulis saat berusia 26 tahun. Buku keduanya, Awaken The Giant Within (1991), merupakan buku Robbins paling populer yang diperkirakan telah terjual hingga empat juta eksemplar. Beberapa buku lainnya dari Robbins termasuk Money Master the Game (2014) hingga Life Force (2026).

Mengutip tonyrobbins.com, laki-laki 66 tahun itu disebut tumbuh dalam rumah tangga yang kesulitan makan. Keluarga mereka hampir tidak pernah bisa menyajikan makanan saat Thanksgiving, hari nasional yang kerap dirayakan di Amerika Serikat dengan tradisi jamuan keluarga.

Robbins bercerita, keluarganya baru bisa menikmati jamuan Thanksgiving saat ia berumur 12. Seorang dermawan yang tidak mereka kenal memberi keluarga Robbins makanan yang tidak bisa mereka beli sendiri. Sejak hari itu, menurut tonyrobbins.com, muncul kepedulian dalam diri Robbins untuk masalah kelaparan di Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Robbins lulus sekolah dan meninggalkan rumah orang tuanya pada usia 17. Ia sempat bekerja sebagai tukang bersih-bersih sebelum membangun karier di bidang motivasi dan usaha.

Pada 2014, Robbins bekerja sama dengan Feeding America untuk meluncurkan program makanan gratis. Program tersebut, bernama 100 Million Meals Challenge, adalah kampanye donasi untuk pangan gratis. 

Target kampanye ini yaitu membagikan 100 juta porsi makanan bagi orang membutuhkan dalam satu tahun. Situs Robbins mengklaim mereka berhasil melampaui target itu pada 2016, 2017, dan 2018 dengan menggunakan uang donasi. Mereka bekerja sama dengan bank makanan hingga pantry yang tersebar di berbagai wilayah AS.

Pada 2019, setelah target awal tercapai, kampanye bersama Feeding America ini berubah nama menjadi Billion Meals Challenge dengan target membagikan satu miliar porsi makanan hingga 2025. Angka itu tercapai dua tahun sebelum target.

Robbins pun membuat kampanye baru pada 2023. Bersama mantan direktur eksekutif Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Governor David Beasley, Robbins meluncurkan kampanye 100 Billion Meals Challenge.

Kali ini, targetnya membagikan 100 miliar porsi makanan secara global. Perwakilan kampanye ini kerap menemui pemimpin-pemimpin dunia untuk berkoordinasi.

Karier Robbins bukan tanpa kontroversi. Ia pernah terlibat dalam beberapa perkara hukum. Salah satunya pada tahun 2000, saat Wade Cook, penulis AS, menuntut Robbins dalam kasus dugaan pelanggaran hak cipta.

Selain itu, pada 2019, media BuzzFeed News menerbitkan laporan soal dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama sang motivator. Fox News melaporkan, Robbins membantah laporan tersebut dan menuntut BuzzFeed News atas dugaan pencemaran nama baik.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |