Respons Aduan Warga, Wali Kota Semarang Minta Dinas PU Keruk Sedimentasi Saluran Air di Gajah Raya

3 days ago 6

INFO TEMPO - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan pembersihan di saluran drainase sepanjang Jalan Gajah Raya. Langkah ini merupakan tindaklanjut usai menerima aduan warga soal tingginya sedimentasi di saluran tersebut.

Tim langsung diterjunkan dengan membawa alat berat dan armada pengangkut untuk mempercepat pengerukan. Agustina mengatakan pengerukan sedimentasi merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum secara berkala di sejumlah titik rawan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kami memang secara rutin melakukan pengerukan sedimen di saluran air. Setiap habis hujan, biasanya sedimentasi kembali muncul. Kalau tidak segera dibersihkan, aliran air bisa tersumbat,” ujarnya.

Agustina menjelaskan, selain sedimentasi, kendala juga muncul dari bangunan penyambung jalan masuk (PJM) yang menutup sebagian drainase dan menghambat aliran air. Untuk kondisi tersebut, petugas biasanya melakukan pengerukan secara manual.

“Kalau ada hambatan seperti akses tertutup, kami tangani dengan cara manual. Tapi kalau memungkinkan, kami gunakan alat berat agar lebih cepat,” katanya.

Menurut Agustina, respons cepat ini merupakan bagian dari standar operasional prosedur yang telah diterapkan DPU, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Begitu ada laporan dan kondisi mendesak, kami instruksikan rekan-rekan DPU untuk langsung bergerak. Itu sudah menjadi SOP kami,” ucapnya.

Selain Jalan Gajah Raya, sejumlah wilayah di Semarang Timur juga menjadi prioritas penanganan, seperti Muktiharjo Kidul, Muktiharjo Lor, hingga kawasan Genuk yang kerap terdampak genangan. DPU juga menyiapkan berbagai peralatan berat untuk mendukung pembersihan, mulai dari excavator long arm, excavator amphibi, backhoe loader, hingga dump truck untuk mengangkut hasil pengerukan.

“Kami sesuaikan alat dengan kondisi di lapangan. Kalau sungai, biasanya pakai excavator amphibi. Kalau drainase jalan, bisa pakai alat lain. Semua langsung kami angkut dengan Dump Truck agar tidak mengganggu lingkungan sekitar,” ujar Agustina.

Agustina menambahkan, Pemerintah Kota Semarang telah memiliki daftar prioritas pembersihan drainase yang disusun setiap tahun. Namun, laporan dari masyarakat tetap menjadi acuan penting dalam menentukan percepatan penanganan.

“Masyarakat bisa menyampaikan aduan melalui berbagai kanal yang tersedia. Nanti kami sesuaikan dengan tingkat urgensinya. Kalau memang prioritas, akan langsung kami tangani,” katanya.

Agustina berharap langkah cepat ini dapat meminimalkan risiko genangan dan menjaga kelancaran aliran air, terutama saat curah hujan masih tinggi di sejumlah wilayah. (*) 

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |