PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 1,032 juta barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD) sepanjang 2025. Capaian tersebut menjadikan PHE tetap mampu mempertahankan produksi di atas level 1 juta BOEPD.
Berdasarkan laporan kinerja perusahaan yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026, produksi migas tersebut terdiri atas produksi minyak sebesar 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 2.757 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y. Nasroen, menyebutkan, capaian itu didukung oleh berbagai program pengembangan lapangan yang dilakukan secara masif sepanjang tahun lalu. Selama 2025, perusahaan menyelesaikan pemboran eksploitasi sebanyak 887 sumur, kegiatan workover pada 1.288 sumur, serta well service pada 37.266 sumur.
“Hingga akhir 2025, perusahaan telah melakukan pemboran 20 sumur eksplorasi, survei seismik dua dimensi (2D) sepanjang 2.931 kilometer, serta survei seismik tiga dimensi (3D) seluas 855 kilometer persegi,” kata Hermansyah dikutip dari keterangan tertulis pada Senin, 15 Juni 2026.
Di sektor eksplorasi, kata Hermansyah, PHE memperkuat upaya penemuan sumber migas baru guna menjaga keberlanjutan produksi jangka panjang.
Dari kegiatan eksplorasi tersebut, PHE berhasil menemukan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE). Kontribusi terbesar berasal dari penemuan migas nonkonvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan yang mencapai 724,22 juta barel minyak (MMBO).
Selain itu, PHE membukukan penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 314 MMBOE. Tambahan cadangan tersebut diperoleh melalui realisasi aktivitas merger dan akuisisi (merger and acquisition/M&A), termasuk kontribusi aset di Aljazair melalui proyek MLN Phase 5 di Blok 405a.
Di sisi keuangan, Hermansyah mengatakan perseroan mencatat laba bersih sebesar US$ 2,175 miliar sepanjang 2025. Kinerja tersebut didukung oleh seluruh entitas afiliasi PHE, yakni Regional 1 Sumatera, Regional 2 Jawa, Regional 3 Kalimantan, Regional 4 Jawa Timur dan Indonesia Timur, Regional 5 Internasional, Elnusa, Badak LNG, serta Pertamina Drilling Service Indonesia.
Menurut dia, capaian sepanjang 2025 menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja operasional sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Pencapaian produksi lebih dari 1 juta BOEPD dan penemuan sumber daya baru lebih dari 1 miliar BOE menunjukkan komitmen PHE untuk terus menjaga ketahanan energi nasional. "Kinerja ini juga mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan dalam meningkatkan produksi sekaligus memperkuat cadangan dan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan di masa depan," ujar Hermansyah.
Ia melanjutkan, ke depannya PHE tetap berfokus pada peningkatan kinerja operasional, penerapan teknologi dan inovasi, serta pengembangan sumber daya dan cadangan migas secara berkelanjutan guna mendukung target produksi nasional.
"PHE akan terus fokus pada peningkatan kinerja operasional yang unggul, penerapan teknologi dan inovasi, serta pengembangan sumber daya dan cadangan secara berkelanjutan guna mendukung target produksi nasional dan mewujudkan ketahanan energi," kata Hermansyah.















































