PERSONEL dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengadang pergerakan massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) yang akan menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat.
Berdasarkan pengamatan Tempo di lokasi, pengadangan dilakukan kepolisian dengan membentuk barikade hidup yang menutup seluruh ruang jalan Tugu Tani arah Medan Merdeka Timur. Pengadangan ditanggapi dengan aksi saling dorong oleh mahasiswa.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Buka! Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi rakyat!" kata para mahasiswa kepada aparat yang berjaga pada Senin, 15 Juni 2026.
Pengadangan tersebut sempat membuat arus lalu lintas di Kawasan Tugu Tani lumpuh belasan menit. Lantas, Koordinator aksi BEM UBK berupaya melakukan negosiasi dengan perwira kepolisian yang berjaga.
BEM UBK mempertanyakan tindakan kepolisian yang mengadang pergerakan massa untuk menuju Kawasan Patung Kuda. "Apa alasannya kami dilarang ke sana (Kawasan Patung Kuda?) Konstitusi telah menjamin kebebasan berpendapat," kata Koordinator BEM UBK M. Abdi Maludin.
Dalam demonstrasi hari ini, BEM UBK dan aliansi mengusung tema "Tata Ulang Indonesia" dengan membawa enam poin tuntutan bagi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Enam tuntutan itu, antara lain menghentikan sementara dan mengevaluasi proyek makan bergizi gratis maupun Koperasi Desa Merah Putih; tinja kembali Undang-Undang Polri.
Kemudian, setop militerisme dan tegakkan supremasi sipil; mendesak pemerintah mengambil langkah strategis menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional; menuntut pemerintah memberikan hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. "Terakhir, kami menuntut agar pemerintah meninjau kembali kenaikan harga bahan bakar minyak karena membebani masyarakat," ujar Abdi.
Mengenai eskalasi jumlah massa, Abdi mengatakan dari internal BEM UBK jumlah massa diperkirakan mencapai 200 orang. Namun, dengan bergabungnya sejumlah organisasi kampus lain, maka jumlah massa dipastikan meningkat.
Adapun demonstrasi "Tata Ulang Indonesia" ini berangkat dari hasil konsolidasi dan kajian internal BEM di UBK yang melihat kondisi negara sedang terpuruk. Kondisi ini, kata Abdi, dapat dilihat pada bagaimana munculnya berbagai tuntutan mulai dari wacana Reformasi Jilid 2 hingga aksi menuntut MBG dihentikan.
Sebelumnya, demonstrasi mahasiswa juga digelar aliansi BEM Universitas Indonesia pada Jumat, 12 Juni 2026. Aksi yang direncanakan di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia ini gagal terlaksana setelah massa aksi diadang oleh aparat gabungam TNI-Polri di Kawasan Jalan MH. Thamrin-Sudirman.
Kepolisian beralasan, Kawasan Bundaran Hotel Indonesia tidak diperkenankan menjaid lokasi demonstrasi, mengingat Peraturan Gubernur Jakarta yang menyatakan Kawasan tersebut sebagai episentrum bisnis dan lalu lintas. Meski begitu, massa tetap menyampaikan aspirasinya di Jalan Sudirman-MH Thamrin.















































