PRESIDEN Prabowo Subianto pada sore hari ini memanggil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan anggota DEN Chatib Basri ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta. Luhut dan Chatib tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.30 WIB.
Dikutip dari Antara, Luhut dan Chatib tak memberikan banyak keterangan saat ditanya agenda pertemuannya nanti dengan Kepala Negara. Chatib hanya menyebutkan dirinya menyambangi Istana untuk memenuhi panggilan Presiden.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Prabowo juga menggelar menggelar rapat terbatas bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di Istana Kepresidenan hari ini.
Adapun sebelumnya, Prabowo menerima surat kepercayaan dari beberapa duta besar negara sahabat di Istana Merdeka. Informasi yang beredar di kalangan wartawan, ada sembilan duta besar negara sahabat yang menyerahkan surat kepercayaannya hari ini.
Prabowo pada Senin kemarin sudah menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat, yaitu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Sri Lanka untuk Indonesia Sumadhurika Sashikala Premawardhane, Duta Besar LBBP Filipina untuk Indonesia Christopher Baltazar Montero, Duta Besar LBBP Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soongu, dan Duta Besar LBBP Ceko untuk Indonesia Petr Kopiva.
Berikutnya ada pula Duta Besar LBBP Palestina untuk Indonesia Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari, Duta Besar LBBP Yunani untuk Indonesia Dimitrios Michalopoulos, Duta Besar LBBP Lebanon untuk Indonesia Salam Al Achkar, dan Duta Besar LBBP Saint Lucia untuk Indonesia Menissa Rambally.
Adapun prosesi penyerahan surat kepercayaan di Istana Merdeka, Senin dan hari ini dihadiri oleh tiga wakil menteri luar negeri, yaitu Muhammad Anis Matta, Arrmanatha Christiawan Nasir, dan Arif Havas Oegroseno. Kemudian, ada pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu mengenai pengunduran dirinya dari jabatan Menteri Keuangan. Rumor ini beredar usai Purbaya menghadiri Rapat Paripurna terkait revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) di DPR RI.
Pada rapat yang sama, Purbaya juga mengikuti agenda penyampaian pandangan tiap fraksi DPR terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menegaskan tidak ada rencana pergantian menteri keuangan."Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau. Tidak ada rencana pergantian," kata dia di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Politikus Partai Gerindra ini menyampaikan, saat ini Indonesia membutuhkan koordinasi yang erat dan intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan menteri-menteri di bawahnya perlu berkoordinasi lebih intens.
Prasetyo turut membantah Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan atau reshuffle kabinet dalam waktu dekat. "Enggak ada rencana itu, belum ada," kata mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini.
Isu Purbaya akan meninggalkan posisi Menteri Keuangan santer beredar di media sosial. Isu reshuffle di antaranya mencuat di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga menembus level Rp 18.201 per dolar AS untuk pertama kalinya dalam sejarah.
















































