Polisi Usut 15 Perusahaan Sponsor 321 WNA Sindikat Judol

2 hours ago 1

PENYIDIK Badan Reserse Kriminal Polri akan mengusut 15 perusahaan biro jasa yang menjadi sponsor visa dan pengurusan izin tinggal para warga negara asing sindikat judi online di Hayam Wuruk Tower Plaza, Jakarta Barat. Sebanyak 321 WNA terlibat dalam sindikat judi online internasional yang diungkap polisi.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Wira Satya Triputra mengatakan sudah mendata 15 perusahaan itu. Namun, dia belum mau merincikannya. "Kami sampaikan bahwa saat ini kami akan menginjak ke sana, mengingat kemarin kami baru menyelesaikan pemeriksaan terhadap 321 orang," kata Wira di Gedung Bareskrim Polri, Jumat, 26 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Wira mengatakan polisi akan berkoordinasi dengan Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk melakukan pengembangan perkara ini. Perusahaan-perusahaan itu diduga melanggar sejumlah prosedur sehingga bisa menjamin pengurusan izin para WNA itu.

Wira sebelumnya mengatakan, beberapa perusahaan biro jasa itu diduga juga terseret kasus yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Nanti akan kami dalami. Tapi sepertinya bersinggungan," kata Wira di Universitas Al Azhar, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Juni 2026.

Dua di antara biro jasa itu adalah PT Klitz Tour and Travel serta PT 1688 Prima. Tempo menyambangi kantor dua perusahaan itu di Kelapa Gading, Jakarta Utara; dan Taman Sari, Jakarta Barat. Bahkan KPK sedang menggeledah kantor PT Klitz ketika Tempo datang pada Rabu, 10 Juni 2026.

Pegawai kedua perusahaan tersebut membenarkan kabar mereka mengurus dokumen keimigrasian sebagian WNA yang terjerat jaringan judi online. Tapi mereka membantah tudingan terlibat judi online. Tempo sudah mengirimkan surat permohonan wawancara kepada kedua perusahaan, tapi tak berbalas.

Polisi saat ini sudah menetapkan 287 dari 321 WNA sebagai tersangka. Mereka yang ditetapkan tersangka terdiri dari 76 WNI Cina, 3 WN Laos, 2 WN Malaysia, 15 WN Myanwar, 6 WN Thailand, dan 185 WN Vietnam. Mereka berperan sebagai customer service, programmer, admin marketing, admin keuangan, dan sebagian masih dalam proses pelatihan mengoperasikan situs judi.

Setelah pengembangan perkara, penyidik mendapati sindikat ini mengelola 145 web atau domain judi online. Semula mereka mengira hanya ada 75 situs yang dikendalikan dari Hayam Wuruk Tower Plaza. 

Penyidik juga menetapkan empat warga negara Indonesia sebagai tersangka. Wira mengatakan empat WNI itu yakni MAP, BT, DFA, dan DA. Menurut Wira, MAP merupakan admin keuangan dari sindikat judi online itu. MAP ditangkap saat penyidik menggerebek lantai 20 dan 21 Hayam Wuruk Tower Plaza Kamis, 7 Mei 2026.

Selain itu, MAP merupakan orang yang berhubungan langsung dengan Lio Hongyu alias LEO alias LTH. Warga negara Cina itu diduga merupakan koordinator sindikat ini. Dia terlacak keluar Indonesia sesaat setelah penggerebekan dan diduga saat ini berada di Cina.

Tersangka WNI lainnya yakni BT yang berperan membantu proses penyewaan lantai 20 dan 21 Hayam Wuruk Tower Plaza. Ketiga yakni DFA, perempuan ini berperan menyiapkan rekening dan kartu ATM. Dana di rekening yang dibuat itu digunakan untuk mendukung operasional sindikat. Keempat adalah DA, yang juga berperan dalam aspek keuangan. DA juga membantu penukaran uang ke kripto serta membantu mengurus izin tinggal para WNA.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |