Alasan Cek Kolesterol Perlu Mulai di Usia 20an Tahun

2 hours ago 1

DOKTER Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran Nancy Virginia mengatakan pemeriksaan kolesterol sejak usia muda bertujuan mengidentifikasi faktor risiko penyakit kardiovaskular sedini mungkin.

"Pemeriksaan kolesterol dianjurkan mulai usia 20 tahun, meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Selanjutnya dilakukan secara berkala sesuai faktor risiko masing-masing," kata Nancy dalam keterangan tertulis, pertengahan Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pemeriksaan kadar kolesterol sebaiknya mulai dilakukan sejak usia 20 tahun, bukan menunggu munculnya keluhan atau memasuki usia paruh baya. Nancy menilai deteksi dini penting karena kolesterol tinggi sering berkembang tanpa gejala hingga memicu komplikasi serius, seperti serangan jantung dan stroke.

Menurut dia, kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel, menghasilkan hormon, dan membantu pembentukan vitamin D. Namun, kadar kolesterol low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang terlalu tinggi dapat memicu penumpukan plak pada pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Nancy mengatakan banyak pasien baru mengetahui kadar kolesterolnya tinggi setelah mengalami komplikasi karena kondisi tersebut umumnya tidak menimbulkan gejala. Semakin dini kadar LDL dikendalikan, semakin kecil pula risiko terjadinya gangguan kardiovaskular pada kemudian hari. "Guidelines internasional menyarankan pemeriksaan kolesterol mulai usia 20 tahun. Karena proses terjadinya penyumbatan pembuluh darah itu sudah mulai terbentuk sejak usia 15-20 tahun," kata Nancy.

Rekomendasi serupa juga disampaikan American Heart Association (AHA) yang menganjurkan orang dewasa mulai menjalani pemeriksaan kolesterol sejak usia 20 tahun. Frekuensi pemeriksaan disesuaikan dengan usia, riwayat kesehatan, serta faktor risiko seperti diabetes, obesitas, hipertensi, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Selain dipengaruhi pola makan dan gaya hidup, kadar kolesterol tinggi juga dapat disebabkan oleh faktor genetik. Karena itu, pemeriksaan sejak usia muda dinilai penting agar kondisi tersebut dapat diketahui sebelum terjadi penyumbatan pembuluh darah.

Kepala Departemen Medis Mitra Keluarga Kemayoran, Reinaldo, mengutip Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan sekitar 39,5 persen penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol di atas batas normal. Menurut dia, angka tersebut menunjukkan masih tingginya risiko penyakit jantung di masyarakat.

Ia mengatakan pemeriksaan kesehatan berkala tidak hanya mencakup profil lipid, tetapi juga kadar gula darah, tekanan darah, dan evaluasi fungsi jantung bila diperlukan. Pemeriksaan tersebut membantu dokter mengenali faktor risiko sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum muncul komplikasi.

Selain pemeriksaan rutin, para dokter mengingatkan pentingnya menjalani pola hidup sehat. Upaya yang dianjurkan antara lain mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh, berolahraga sedikitnya 150 menit setiap pekan, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, serta membatasi konsumsi minuman beralkohol.

Pada pasien dengan risiko tinggi atau kadar LDL yang sulit dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, dokter dapat mempertimbangkan terapi obat penurun kolesterol, seperti golongan statin maupun terapi kombinasi, sesuai hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk bersama Mitra Keluarga Kemayoran menggelar program edukasi kesehatan Love The Beat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pengendalian kolesterol. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh edukasi mengenai faktor risiko penyakit jantung sekaligus kesempatan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Group Marketing Head PT Kalbe Farma Tbk, Maria Stefani, mengatakan edukasi dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam mencegah penyakit kardiovaskular. Menurut dia, banyak penderita kolesterol tinggi tidak menyadari kondisinya karena penyakit tersebut berkembang tanpa gejala hingga menimbulkan komplikasi.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |