Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi Gas 14 MMSCFD

1 week ago 19

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menambah pasokan gas nasional setelah berhasil melakukan onstream Platform WPN-6 pada proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) 1-3-5 di Lapangan Lepas Pantai Sisi Nubi, Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur.

Tambahan produksi tersebut berasal dari dua sumur yang mulai beroperasi pada Juni 2026 dengan tambahan produksi awal dari Platform WPN-6 mencapai 14 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Pencapaian pada proyek ini sangat penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas dari wilayah Kalimantan, khususnya dari WK Mahakam guna mendukung Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi," kata General Manager PHM Setyo Sapto Edi, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 11 Juni 2026.

Setyo mengatakan produksi gas itu berasal dari sumur NB-601 yang onstream pada 5 Juni 2026 dengan torehan 6 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Selanjutnya, sumur NB-603 mulai berproduksi pada 8 Juni 2026 dengan kontribusi sebesar 8 MMSCFD.

Ia mengatakan, seiring proses optimalisasi dan stabilisasi sumur serta fasilitas produksi, NB-601 dan NB-603 diproyeksikan mampu menghasilkan gas hingga 20 MMSCFD.

Selain itu, Setyo menilai keberhasilan onstream WPN-6 juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan Proyek SNB AOI 1-3-5. Platform ini merupakan fasilitas keempat yang berhasil berproduksi dari total enam platform yang direncanakan dalam proyek tersebut.

Sebelumnya, PHM telah mengoperasikan Platform WPS-4 pada 4 Desember 2025, disusul WPS-5 pada 23 Februari 2026, dan WPN-7 pada 23 Maret 2026. Rangkaian capaian tersebut menunjukkan pengembangan lapangan berjalan sesuai target dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasi.

“Pencapaian tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mempertahankan produksi migas nasional, khususnya dari Wilayah Kerja Mahakam,” ujarnya.

Setyo menambahkan, dukungan dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk usaha menjadi faktor penting dalam pelaksanaan proyek investasi dan operasional hulu migas yang aman, andal, patuh terhadap regulasi, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara.

Kemudian pemanfaatan inovasi dan teknologi juga menjadi strategi perusahaan untuk menjaga tingkat produksi di tengah tantangan penurunan alamiah produksi dari lapangan migas yang telah memasuki fase matang (mature field).

"Kami meyakini bahwa penerapan inovasi dan teknologi sebagai langkah strategis perusahaan untuk terus berusaha mempertahankan tingkat produksi, dan menahan laju penurunan produksi alamiah lapangan-lapangan migas yang sudah mature," katanya.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |