JUMAT Agung di Gereja Katedral Jakarta diwarnai dengan lakon Jalan Salib. Pertunjukan kisah penyaliban Yesus Kristus itu diperankan oleh para aktor muda yang juga aktif di gereja.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Jumat, 3 April 2026, para aktor memainkan peran mereka di depan pintu utama katedral berusia 125 tahun itu. Ribuan anggota jemaat gereja Katolik menyaksikan tablo yang diawali adegan kelahiran Yesus di Betlehem dan berlanjut hingga sang Kristus dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, seorang pejabat Kekaisaran Roma.
Tokoh Yesus diperankan oleh dua orang aktor. Keduanya adalah Aaron Ajiguna, yang memerankan Yesus sebelum disalib, dan Arya Setiawan yang menjadi Yesus setelah penyaliban.
Aaron menyampaikan metodenya agar dapat menjiwai karakter sang Mesias. Dia mengaku berulang kali tidak makan demi bisa menjiwai kisah sengsara Yesus. "Saya sampai berapa kali harus melakukan puasa juga," kata Aaron seusai pertunjukan.
Menurut Aaron, dirinya berupaya mengetahui seperti apa perasaan sengsara Yesus. "Saya merasa kadang sampai bisa merasakan sekelibat, bagaimana Yesus mewartakan, dan kisah sengsaranya seperti apa," ucapnya. "Kadang susah dijelaskan, tapi itu yang saya rasakan."
Sementara itu, Arya Setiawan, yang sudah dua kali memerankan Yesus dalam tablo Jalan Salib, mengatakan batinnya bergejolak. Dia hampir tidak percaya bisa memerankan Yesus untuk kedua kalinya. "Bahkan sampai tadi mau masuk ke babak saya, saya masih merasa benarkah Tuhan pakai aku seperti ini?" tuturnya.
Kedua pemeran Yesus, dan rekan-rekan mereka lainnya, berlatih selama lima bulan untuk menampilkan Jalan Salib di Gereja Katedral Jakarta. Susyana Suwadi, juru bicara Gereja Katedral Jakarta, mengatakan tablo Jalan Salib adalah bentuk devosi atau perenungan Katolik.
Perenungan itu khususnya menyoroti peristiwa penyaliban dan sengsara Yesus Kristus untuk menanggung dosa umat manusia. "Yang tentunya nanti bisa mengajak semua umat masuk dalam perjalanan iman sehingga bisa memaknai hari sengsara dan wafat Kristus," kata Susyana di lokasi pada Jumat.
Susyana berujar drama musikal dan tari Jalan Salib tahun ini disutradarai oleh Yogi Tanowo. Tablo ini juga dilakonkan oleh para aktor hingga penari yang aktif berkegiatan di gereja.
Gereja Katedral Jakarta menyiapkan 5.000 kursi untuk jemaat yang ingin mengikuti rangkaian ibadah Tri Hari Suci. Pada akhir pekan ini Katedral melaksanakan ibadah, termasuk Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah.
Untuk mengamankan rangkaian perayaan Paskah 2026, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengerahkan sekitar 4.500 personel. Polisi akan menyebarkan ribuan personel tersebut di sejumlah gereja, titik keramaian, hingga pusat kegiatan ibadah selama Paskah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya menyiagakan ribuan personel untuk memastikan keamanan selama perayaan. “Sebanyak 4.500 personel kami siagakan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Paskah berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.
Budi menjelaskan bahwa polisi telah menyiapkan pengamanan berlapis, mulai dari sterilisasi tempat ibadah, pengaturan arus lalu lintas, hingga patroli rutin di sekitar gereja. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Oyuk Ivani Siagian berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soekarno-Hatta Besok
















































