Over Treatment Skincare, dari Iritasi Kulit Hingga Risiko Kerusakan Permanen

3 days ago 13

CANTIKA.COM, Jakarta - Dalam dunia kecantikan yang serba instan, keinginan untuk mendapatkan kulit glowing dengan cepat sering kali membuat banyak orang mencoba berbagai produk skincare dan treatment sekaligus atau over treatment. Padahal, alih-alih memperbaiki kondisi kulit, langkah ini justru bisa memicu masalah baru—salah satunya kerusakan skin barrier.

Menurut dr. Hafiza Fathan, Sp.DVE, FINSDV, ketika kulit sudah menunjukkan tanda-tanda sensitif, hal terpenting yang harus dilakukan bukanlah menambah skincare, melainkan mengembalikan kondisi kulit seperti semula.

“Biasanya kita obati dulu keadaan sensitifnya. Kita cari penyebabnya, lalu lakukan terapi yang sifatnya soothing atau calming. Fokusnya adalah mengembalikan skin barrier,” jelas dr. Hafiza dalam talkshow ISISPHARMA Dermfluencer Movement di Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2026.

Prioritaskan Pemulihan, Bukan Tambahan Produk

Saat skin barrier terganggu, kulit cenderung lebih reaktif—mulai dari iritasi kulit, kemerahan, perih, hingga mudah berjerawat. Dalam kondisi ini, penggunaan terlalu banyak produk aktif justru bisa memperparah keadaan.

Proses pemulihan pun tidak selalu sama pada setiap orang. Semua bergantung pada tingkat kerusakan dan penyebabnya. “Ada yang membaik dalam hitungan hari, tapi ada juga yang butuh beberapa minggu bahkan bulan,” tambahnya.

Karena itu, penting untuk bersabar dan memberikan waktu bagi kulit untuk memperbaiki dirinya secara alami dengan bantuan perawatan yang tepat.

Hati-hati, Kerusakan Bisa Bersifat Permanen

Tak banyak yang menyadari bahwa penggunaan treatment yang terlalu agresif juga bisa berujung pada kerusakan permanen, terutama jika melibatkan prosedur dengan energi tinggi seperti laser.

“Kalau sampai merusak melanosit—sel penghasil pigmen—kulit bisa jadi belang seperti panu. Itu biasanya akibat over treatment dengan device tertentu, dan mengembalikannya sangat sulit,” ungkap dr. Hafiza.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa tidak semua treatment cocok untuk semua orang, apalagi jika dilakukan tanpa pengawasan yang tepat.

Kenali Batas Toleransi Kulit

Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda, sehingga respons terhadap produk maupun lingkungan pun tidak sama. Faktor usia, kondisi kulit, hingga paparan eksternal seperti suhu ekstrem dapat memengaruhi kesehatan kulit. “Kalau ada paparan ekstrem, misalnya perubahan suhu drastis atau kondisi kulit yang sudah menipis karena aging, itu juga bisa memicu masalah seperti rosacea,” jelas dr. Hafiza.

Inilah mengapa memahami kebutuhan kulit sendiri menjadi langkah penting sebelum mencoba berbagai tren skincare. Di tengah tren kecantikan yang serba cepat, dr. Hafiza menekankan bahwa perawatan kulit seharusnya berfokus pada konsistensi, bukan instan.

Alih-alih mengejar hasil dalam waktu singkat, menjaga kesehatan skin barrier justru menjadi investasi jangka panjang untuk mendapatkan kulit yang lebih kuat dan sehat. “Yang penting bukan seberapa banyak produk yang dipakai, tapi apakah kulit kita siap menerimanya,” tutupnya.

Dengan memahami kondisi kulit dan tidak terburu-buru dalam mencoba berbagai produk, kamu bisa menjaga skin barrier tetap sehat dan pada akhirnya mendapatkan kulit glowing yang lebih natural dan tahan lama.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |