Oditur Militer Manokwari Teliti Berkas Pembunuhan Kesia Irena oleh Prajurit TNI AL

17 hours ago 1

TEMPO.CO, Jakarta - Oditur Militer Manokwari masih meneliti berkas perkara pembunuhan Kesia Irena Yola Lestaluhu oleh prajurit TNI AL Kelasi Satu Agung Suyono Wahyudi Ponidi. Kepala Oditurat Militer IV-21 Manokwari Kolonet Laut (H) Christian Daniel Kilis mengatakan berkas perkara itu sudah beberapa kali dikembalikan ke penyidik Polisi Militer Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut XIV Sorong untuk dilengkapi.

“Kalau (berkasnya) sudah lengkap, kami akan mengajukan permintaan ke Pengadilan Militer Jayapura," ucap Daniel kepada Tempo saat dihubungi pada Sabtu, 5 April 2025.

Daniel mengatakan, oditur sebagai penuntut harus memastikan semua bukti sudah lengkap saat dibawa ke pengadilan. Meski senjata pembunuhan berupa pisau kerambit sampai saat ini belum ditemukan, keterangan dari para saksi sudah cukup mendukung.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Oditur militer, kata Daniel, tidak pandang bulu dalam memproses kasus ini. “Kami tetap menegakkan keadilan, apalagi ini terkait dengan menghilangkan nyawa orang. Jadi tidak ada toleransi untuk orang seperti itu,” ujar dia.

Dalam kasus ini, anggota TNI AL itu dijerat pasal 380 KUHP tentang pembunuhan berencana dan terancam hukuman pidana seumur hidup. Selain itu, Agung juga terancam dipecat dari TNI AL.

Kasus ini bermula dari penemuan mayat wanita tanpa busana di Pantai Saoka, Sorong, Papua Barat Daya, pada 12 Januari 2025. Tubuh wanita bernama Kesia itu dipenuhi puluhan luka tusukan. Pada malam sebelum terjadi pembunuhan, Kesia bertemu dengan Agung di tempat hiburan malam. Usai dari tempat hiburan malam, Kesia dan Agung pergi menggunakan mobil ke arah Pantai Saoka.

Polisi militer telah menggelar rekonstruksi ulang pembunuhan Kesia pada Kamis, 27 Februari 2025, Menurut Kepala Dinas Penerangan Komando Armada III Letkol Laut (S) Ajik Sismianto, dalam rekonstruksi itu, tersangka mengaku sempat memaksa korban untuk berhubungan seksual. Saat itu mereka tengah menepi di pinggir jalan. "Tersangka juga sempat menampar wajah korban di atas mobil sebanyak tiga kali,” ucap Ajik saat dihubungi pada Kamis, 27 Februari 2025. 

Menurut Ajik, korban sempat keluar dari mobil dan bersembunyi di semak-semak. Kemudian, karena takut korban akan melapor ke atasan, tersangka pun mencari korban di TKP. Tersangka lalu memanggil nama korban dan memohon untuk mengajak pulang, sehingga korban muncul dari semak-semak. Setelah itu, pembunuhan pun terjadi. 

Pilihan Editor: Satpam RS Mitra Keluarga Bekasi Diduga Dianiaya Keluarga Pasien hingga Masuk ICU

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |