BADAN Antariksa Amerika Serikat atau NASA mengungkap rencana pembangunan pangkalan bulan berawak. Program bernama Artemis ini diproyeksikan mencakup area hingga ratusan mil persegi di wilayah kutub selatan Bulan. Pangkalan yang bakal dibangun satu dekade lagi itu dilengkapi drone pelompat MoonFall serta kendaraan penjelajah bulan generasi baru.
“Berbagai aset mendukung tujuan kehadiran permanen manusia di bulan,” kata manajer program Moon Base NASA, Carlos García-Galán, dalam konferensi pers, dikutip dari Space, Selasa, 26 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Merujuk ulasan di Space, NASA memilih kawasan kutub selatan Bulan yang diyakini menyimpan cadangan es air dalam jumlah besar. Es air itu ditengarai ada di kawah yang selalu tersembunyi dalam bayangan. Menurut lembaga antariksa Negeri Abang Sam, area pangkalan menjadi sangat luas karena berbagai fasilitas harus ditempatkan di lokasi berbeda sesuai kebutuhan operasional dan kondisi medan.
“Tidak ada satu lokasi yang mencakup semua kebutuhan sains, teknologi, maupun hunian di permukaan Bulan,” ucap Kepala Arsitek Program Moon Base NASA, Nujoud Merancy.
Merancy menjelaskan, astronaut akan mendiami puncak bukit yang mendapat sinar matahari, sementara sistem tenaga nuklir harus berada lebih jauh demi perlindungan radiasi. “Habitat (lokasi tinggal) akan ditempatkan di puncak bukit yang mendapat sinar matahari,” ujarnya. Merancy menyebut sistem tenaga, serta sistem nuklir, harus dijauhkan setidaknya satu kilometer dari penerbang, demi perlindungan dari radiasi.
Untuk mendukung eksplorasi awal, NASA akan mengirim drone MoonFall, robot kecil yang mampu memetakan wilayah kutub selatan Bulan sebelum peletakan batu pertama pangkalan tersebut. Batch pertama yang terdiri dari tiga hingga empat wahana dijadwalkan meluncur pada 2028, menggunakan pendarat buatan entitas teknologi antariksa, Firefly Aerospace.
“Kami pada dasarnya bisa menempatkannya di sudut-sudut area yang kami anggap memiliki tujuan ilmiah penting atau lokasi pembangunan pangkalan Bulan,” kata García-Galán, ketika ditanyai ihwal fungsi drone tersebut untuk menandai area pangkalan.
Dalam proyek ini, NASA juga memberikan kontrak pengembangan lunar terrain vehicle (LTV), kepada Astrolab dan Lunar Outpost. Kendaraan itu akan digunakan astronaut Artemis untuk menjelajah permukaan Bulan. Rover itu dirancang mampu beroperasi secara otonom dan dapat dikendalikan dari Bumi sebelum tenggat waktu misi berawak tersebut.
Administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan pembangunan pangkalan bulan akan dilakukan dalam tiga fase. Tahapan itu sudah mencakup pengumpulan data dan pengamanan akses ke permukaan Bulan, serta pengerahan kru semi permanen mulai 2032.
“Moon Base akan menjadi pos pertama Amerika dan umat manusia di dunia langit lain,” kata Isaacman.
Dia memastikan setiap misi NASA, baik berawak maupun tanpa awak, akan menjadi kesempatan belajar. Artinya, setiap misi akan membantu proses manusia mengembangkan infrastruktur untuk tinggal di Bulan.
















































