INFO TEMPO - Setelah bertahun-tahun beroperasi di Indonesia, MIXUE tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Melalui jaringan gerai dan model bisnis waralaba yang dikembangkan, perusahaan mendorong lahirnya peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta menjalankan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
Dalam mendukung kewirausahaan mikro dan kecil, MIXUE mengembangkan sistem waralaba dengan investasi yang relatif terjangkau, operasional yang sederhana, serta risiko yang terukur. Model bisnis tersebut didukung sistem rantai pasok yang terintegrasi dan pendampingan operasional, sehingga dinilai dapat membantu masyarakat yang ingin memulai usaha.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Hingga saat ini, lebih dari 1.400 warga lokal di berbagai daerah di Indonesia tercatat bergabung sebagai mitra dan membuka gerai MIXUE. Perusahaan menyebut model usaha yang telah terstandarisasi tersebut mampu memberikan peluang pendapatan yang stabil sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.
Selain membuka peluang usaha, keberadaan gerai MIXUE juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Perusahaan mencatat jaringan gerainya di Indonesia telah menciptakan sekitar 12.800 lapangan kerja langsung. Mayoritas tenaga kerja yang direkrut berasal dari masyarakat lokal dengan proporsi mencapai lebih dari 96 persen.
Di luar tenaga kerja langsung, rantai pasok yang dibangun MIXUE turut melibatkan berbagai sektor pendukung, mulai dari pengolahan bahan baku, logistik dan transportasi, renovasi gerai, hingga produksi kemasan. Aktivitas tersebut disebut turut mendorong terciptanya lebih dari 20.000 lapangan kerja tidak langsung di berbagai wilayah.
Di bidang sosial, MIXUE secara rutin menggelar berbagai kegiatan kemasyarakatan di sejumlah daerah. Kegiatan tersebut antara lain jamuan bersama saat Idulfitri, kunjungan ke panti asuhan, hingga penyaluran bantuan ketika terjadi bencana atau kondisi darurat.
Perusahaan juga menjalankan sejumlah inisiatif lingkungan, salah satunya melalui program pengurangan penggunaan plastik di seluruh gerainya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah plastik dan mendukung pelestarian lingkungan.
Pengamat industri menilai model pengembangan MIXUE di Indonesia menjadi salah satu contoh adaptasi merek global terhadap kebutuhan pasar lokal. Selain menjalankan kegiatan bisnis, perusahaan juga dinilai berupaya membangun hubungan dengan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, dukungan terhadap kewirausahaan, dan berbagai program sosial.
Ke depan, MIXUE menyatakan akan terus memperluas pengembangan bisnis dan rantai pasok di Indonesia, sekaligus melanjutkan berbagai program sosial yang telah berjalan sebagai bagian dari komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat.(*)














































