Mengenal Sherly Tjoanda: Sosok di Balik Transformasi Pendidikan dan SDM di Maluku Utara

2 hours ago 5

CANTIKA.COMJakarta - Nama Sherly Tjoanda menjadi sorotan publik setelah resmi dilantik dalam Pelantikan Kepala Daerah Serentak 2025. Sosoknya dinilai membawa warna baru dalam kepemimpinan di Maluku Utara, terutama karena latar belakangnya sebagai pengusaha, aktivis sosial, sekaligus figur yang melanjutkan perjuangan politik mendiang suaminya, Benny Laos.

Keputusan Sherly terjun ke dunia politik tidak terlepas dari peristiwa tragis yang menimpa sang suami dalam insiden kapal Bela 72 di Kabupaten Pulau Taliabu pada Oktober 2024. Dukungan dari delapan partai koalisi akhirnya mengantarkannya maju sebagai calon gubernur bersama Sarbin Sehe dan memenangkan kontestasi politik tersebut.

Latar Belakang Pendidikan dan Perjalanan Karier

Sherly Tjoanda lahir di Ambon pada 12 Agustus 1982 dari pasangan Paulus Tjoanda dan Maria Margaretha Liem. Ia memiliki latar pendidikan bisnis internasional yang kuat, tercatat sebagai lulusan International Business Management dari Universitas Petra Surabaya serta meraih double degree dari Inholland University, Belanda pada 2004.

Pendidikan global tersebut membentuk perspektif kepemimpinan Sherly yang adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap inovasi, dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Pada 2005, ia menikah dengan Benny Laos, mantan Bupati Pulau Morotai periode 2017–2022. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai tiga anak.

Sebelum aktif di dunia politik, Sherly dikenal sebagai pengusaha dengan posisi Direktur PT Bela Group, perusahaan yang dikelola bersama sang suami. Selain itu, ia aktif dalam berbagai organisasi sosial dan pemberdayaan masyarakat, antara lain:

Ketua Yayasan Bela Peduli

Anggota aktif Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)

Bunda PAUD Kabupaten Pulau Morotai (2017–2022)

Ketua Umum Forikan Kabupaten Pulau Morotai (2018–2022)

Pengurus Perwosi Pusat (2018–2022)

Ketua DPD HKTI Maluku Utara (2022–2027)

Keterlibatan Sherly dalam organisasi sosial menunjukkan fokusnya pada isu pendidikan, kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kualitas hidup kelompok rentan.

Masuk ke Dunia Politik: Melanjutkan Perjuangan Benny Laos

Langkah Sherly di dunia politik dipicu oleh wafatnya Benny Laos akibat insiden kebakaran speed boat di Pelabuhan Bobong, Pulau Taliabu. Setelah peristiwa tersebut, delapan partai koalisi mendorong Sherly untuk melanjutkan perjuangan sang suami sebagai calon gubernur Maluku Utara.

Dukungan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap visi Benny Laos sekaligus kepercayaan terhadap kapasitas Sherly sebagai pemimpin. Ia kemudian menjalani proses kampanye bersama Sarbin Sehe hingga akhirnya terpilih dan dilantik secara simbolis oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan plakat penghargaan kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dalam Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta, 1 Desember 2025. Tempo/Martin Yogi Pardamean

Gaya Kepemimpinan: Kolaboratif dan Berorientasi Dampak

Dalam berbagai kesempatan, Sherly menekankan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Pendekatannya cenderung pragmatis dan berbasis solusi, dengan fokus pada: peningkatan kualitas pendidikan, penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor pangan, diversifikasi ekonomi, pengembangan SDM berbasis teknologi

Sherly juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sebagai kunci pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Gebrakan di Sektor Pendidikan

Salah satu program prioritas Sherly adalah memastikan akses pendidikan yang merata di Maluku Utara.

Beberapa kebijakan yang telah dijalankan antara lain:

1. Pendidikan Gratis SMA hingga SLB

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggratiskan iuran komite bagi siswa SMA, SMK, dan SLB negeri melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

Kebijakan ini kemudian diperluas ke sekolah swasta dan madrasah guna mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan akses pendidikan.

2. Program Beasiswa 1.000 Mahasiswa

Pemerintah daerah memberikan beasiswa kepada 1.000 mahasiswa di 27 perguruan tinggi di Maluku Utara melalui jalur prestasi maupun kategori ekonomi desil 1–4.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas SDM lokal agar mampu bersaing di dunia kerja.

3. Penguatan Pendidikan Vokasi

Pemerintah juga berupaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri.

Langkah ini mencakup pemetaan kompetensi sekolah vokasi serta menjalin komunikasi dengan sektor industri, termasuk sektor pertambangan yang menjadi salah satu motor ekonomi daerah.

Strategi Menekan Pengangguran dan Meningkatkan Kualitas SDM

Untuk mengatasi tantangan pengangguran, pemerintah provinsi menggandeng berbagai pihak, antara lain: kolaborasi pelatihan AI bersama Microsoft, peningkatan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK), kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, penguatan sertifikasi kompetensi lulusan vokasi.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan industri.

Meski pertambangan masih menjadi sektor dominan, Sherly menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi melalui: penguatan sektor pertanian, pengembangan perikanan dan kelautan, peningkatan sektor pariwisata, pembangunan rantai pasok pangan lokal

Pemerintah daerah telah memulai pengembangan lahan sawah seluas 1.500 hektare serta mendistribusikan kapal nelayan dan mengaktifkan fasilitas cold storage untuk mendukung produktivitas sektor perikanan. Targetnya adalah menciptakan perputaran ekonomi yang lebih merata di tingkat lokal.

Maluku Utara tercatat sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tinggi. Namun, Sherly menilai pertumbuhan tersebut harus diiringi pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan angka kemiskinan turun dari 6,32 persen pada 2024 menjadi 5,8 persen pada 2025. Meski demikian, tingkat pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Sherly menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berfokus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Visi Kepemimpinan: Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan

Sherly meyakini pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan mobilitas sosial masyarakat. Ia juga mendorong generasi muda untuk proaktif memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran mandiri.

Menurutnya, pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara kemajuan individu tetap bergantung pada kemauan untuk terus belajar dan berkembang.

Kepemimpinan Sherly Tjoanda menunjukkan arah kebijakan yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemerataan ekonomi. Fokus pada pendidikan, pengembangan SDM, serta diversifikasi sektor ekonomi menjadi strategi utama dalam membangun Maluku Utara yang lebih inklusif.

Dengan latar belakang bisnis dan pengalaman sosial yang kuat, Sherly berupaya menghadirkan model kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Langkah-langkah yang telah dilakukan menjadi fondasi awal untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga adil dan merata di seluruh wilayah Maluku Utara.

ECKA PRAMITA |  TEMPO.CO

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |