KENAIKAN muka air laut akibat perubahan iklim saat ini semakin mengancam ekosistem mangrove. Studi terbaru yang terbit di jurnal Earth’s Future menunjukkan bahwa pertambahan tinggi muka air laut menghilangkan kemampuan menyimpan karbon pada mangrove, bahkan melepaskan cadangan yang telah tersimpan sejak lama di dalam tanah.
Sekilas kenaikan air saat pasang tampak baik untuk ekosistem mangrove, terutama karena bertambahnya asupan untuk akar. Namun, dalam jangka panjang, menurut peneliti, air pasang laut itu ditengarai akan melampaui batas toleransi hutan mangrove.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Peneliti Arya Iwantoro mengatakan studi mengungkap penyimpanan karbon dapat meningkat seiring kenaikan muka laut. “Namun, hal itu mungkin tidak menggambarkan apa yang terjadi di seluruh kawasan hutan,” katanya, dikutip dari Earth pada Selasa, 9 Juni 2026,
Maksud Arya, pengamatan pada titik-titik tertentu tidak selalu mencerminkan kondisi seluruh hutan mangrove. Ada tren berbeda ketika interaksi antara aliran air, pergerakan sedimen, pertumbuhan mangrove, kematian pohon, dan penyimpanan karbon dimodelkan secara bersamaan dalam skala lanskap selama 100 tahun.
Model yang dikembangkan tim peneliti menunjukkan bahwa kenaikan muka laut dapat memperpanjang durasi genangan pasang surut hingga melampaui batas toleransi mangrove. Ketika ambang tersebut terlampaui, sebagian kawasan menjadi tidak lagi cocok untuk pertumbuhan mangrove dan pohon-pohon mulai mati.
Selama ini hutan mangrove berperan dalam menyerap karbon alami, serta memiliki peran penting bagi masyarakat pesisir. Ekosistem ini membantu meredam energi badai sebelum mencapai daratan, menyediakan habitat bagi berbagai spesies ikan dan kerang, serta menjaga stabilitas garis pantai dari ancaman erosi.
Studi tadi menyatakan bahwa kematian mangrove tidak hanya mengurangi luas tutupan hutan, tetapi juga membuat tanah yang kaya karbon menjadi lebih rentan terhadap erosi. Akibatnya, karbon yang tersimpan selama puluhan hingga ratusan tahun berpotensi terlepas kembali ke perairan pesisir maupun atmosfer.
Untuk mengatasi masalah ini, peneliti berharap pentingnya ruang bagi mangrove untuk bermigrasi ke daratan ketika muka laut terus naik. Namun, di banyak wilayah pesisir yang telah dipenuhi bangunan, jalan, atau tanggul, mangrove kehilangan ruang untuk bergerak dan berisiko tenggelam di tempatnya.
















































