Lagi Ramai Perdebatan Warganet SEAblings vs Knetz, Apa Sih yang Terjadi?

14 hours ago 3

CANTIKA.COM, Jakarta - Dalam beberapa hari terakhir, topik SEAblings vs Knetz menjadi salah satu diskusi yang sering muncul di platform media sosial X (dulu Twitter) dan sejumlah media daring. Konflik ini berasal dari perdebatan antara kelompok netizen Asia Tenggara yang menyebut diri mereka SEAblings dan kelompok netizen Korea Selatan yang dikenal sebagai Knetz. Perdebatan ini berkembang dari isu yang lebih kecil hingga menjadi perdebatan luas antar pengguna internet dari berbagai negara.

Apa Itu SEAblings dan Knetz?

SEAblings mengacu pada istilah gabungan dari SEA (Southeast Asia atau Asia Tenggara) dan siblings (saudara). Istilah ini dipakai oleh netizen yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam, untuk merujuk pada kelompok pengguna yang saling mendukung sesama warganet kawasan tersebut.

Sementara Knetz adalah singkatan dari Korean netizens, yaitu istilah umum untuk merujuk pada pengguna internet dari Korea Selatan yang aktif memberikan komentar dan terlibat dalam perdebatan di ruang daring. Dalam konteks ini istilah tersebut dipakai untuk mengidentifikasi kelompok netizen yang berasal dari Korea Selatan yang ikut dalam percakapan terkait konflik ini.

Kronologi Awal Konflik

Insiden yang menjadi pemicu awal perdebatan ini terjadi pada 31 Januari 2026 saat konser band Korea Selatan Day6 di Kuala Lumpur, Malaysia. Beberapa penonton dari Korea Selatan yang tergabung dalam komunitas fansite membawa kamera profesional berukuran besar untuk mengambil foto, padahal penyelenggara acara telah menetapkan aturan larangan penggunaan peralatan semacam itu di area pertunjukan. Kritik terhadap tindakan tersebut kemudian muncul secara online dari sejumlah pengguna media sosial Malaysia.

Setelah itu, sejumlah komentar dari akun yang diasosiasikan sebagai netizen Korea diposting untuk membela fansite tersebut atau menanggapi kritik pengguna Asia Tenggara. Percakapan ini berkembang menjadi perdebatan yang lebih luas, termasuk pertukaran komentar yang memicu balasan dari netizen Asia Tenggara.

Sejumlah bagian dari diskusi online juga melibatkan nama figur publik yang kemudian dibahas dalam konteks konflik ini, termasuk respons terhadap unggahan terkait artis Indonesia. Faktor lain yang ikut dibahas dalam beberapa percakapan adalah stereotip mengenai warna kulit, kondisi ekonomi, dan budaya masyarakat dari kawasan yang berbeda.

Perkembangan Perdebatan di Media Sosial

Seiring waktu, perdebatan yang semula berkaitan dengan etika penggunaan kamera di konser berubah menjadi pertukaran komentar antar pengguna dari wilayah yang berbeda. Di sejumlah unggahan online, terdapat laporan bahwa komentar tertentu dinilai sebagai komentar yang merendahkan masyarakat Asia Tenggara dan isu tersebut kemudian direspon oleh pengguna dari negara-negara ASEAN dengan istilah SEAblings.

Dalam percakapan yang ramai di media sosial, sebagian netizen Korea dan netizen Asia Tenggara turut saling menanggapi dan memperluas diskusi lewat berbagai unggahan dan balasan. Perdebatan ini melibatkan penggunaan tagar dan istilah yang kemudian menyebar ke platform lain.

Perdebatan warganet tersebut telah menyebar ke berbagai thread di X dengan peningkatan volume cuitan dan tagar terkait, namun sampai sekarang belum ada indikator resmi bahwa isu ini berakhir pada suatu pernyataan tunggal atau kesepakatan bersama di antara pihak-pihak yang terlibat. Perdebatan SEAblings vs Knetz tersebut tampak masih aktif dibahas, dengan berbagai sisi percakapan yang masih berlangsung di lini masa pengguna media sosial.

Pilihan Editor:  Hearts2Hearts Siap Comeback dengan RUDE!, Lagu Baru dengan Sentuhan House Dance

X.COM

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |