Kata 4 Astronaut Artemis 2 Setelah Kembali ke Bumi

6 hours ago 6

KRU misi Artemis 2 milik NASA telah kembali ke Bumi setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi Bulan selama 10 hari. Mereka tiba di Houston, Sabtu, 11 April 2026, dan mendarat di Ellington Field Joint Reserve Base yang berlokasi dekat Johnson Space Center (JSC).

Empat astronaut yang terlibat dalam misi ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency. Sebelumnya, kapsul Orion yang mereka tumpangi mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, pada Jumat malam, 10 April 2026, waktu Amerika.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Misi Artemis 2 menjadi penerbangan manusia pertama ke sekitar Bulan dalam lebih dari setengah abad. Selama misi, kru menempuh perjalanan hingga sisi jauh Bulan dan mencatat rekor sebagai astronaut yang terbang paling jauh dari Bumi. Dari total durasi sekitar 10 hari, hanya satu hari digunakan untuk lintasan dekat Bulan, sementara sisanya dihabiskan untuk perjalanan antara Bumi dan satelit alaminya.

Setibanya di Houston, para astronaut lebih dulu bertemu keluarga secara tertutup sebelum tampil di hadapan publik bersama rekan kerja, kerabat, dan jurnalis. Mereka disambut oleh Administrator NASA  Jared Isaacman.

Komandan misi, Reid Wiseman, menjadi yang pertama menyampaikan pernyataan. "Victor, Christina dan Jeremy, kita terikat selamanya,” ujarnya, dikutip dari laporan Space, 12 April 2026. Ia juga menyebut pengalaman tersebut sebagai “hal paling istimewa yang akan pernah terjadi dalam hidup saya.”

Ia menggambarkan pengalaman berada jauh dari Bumi sebagai sesuatu yang mengubah perspektif. “Berada lebih dari 200.000 mil dari rumah—sebelum peluncuran, rasanya seperti mimpi terbesar di Bumi. Dan saat kamu berada di sana, kamu hanya ingin kembali ke keluarga dan teman-temanmu,” kata Wiseman. “Menjadi manusia itu hal yang istimewa, dan berada di planet Bumi juga hal yang istimewa.”

Victor Glover mengaku masih kesulitan mencerna pengalaman tersebut. “Saya akan membuatnya singkat, karena saya tidak … saya takut mulai berbicara,” tuturnya. “Saya belum memproses apa yang baru saja kami lakukan, dan saya bahkan takut untuk mulai mencoba.”

Ia menambahkan, “Bahkan lebih besar dari tantangan saya untuk mencoba menggambarkan apa yang kami alami adalah rasa syukur melihat apa yang kami lihat, melakukan apa yang kami lakukan, dan bersama orang-orang yang bersama saya. Ini terlalu besar untuk hanya berada dalam satu tubuh.”

Sementara itu, Christina Koch menyoroti makna kebersamaan dalam kru selama misi. "Kru adalah … sekelompok orang yang selalu bersama dalam segala situasi, yang bergerak bersama setiap menit, dengan tujuan yang sama, yang bersedia berkorban secara diam-diam satu sama lain, yang memberi ruang, yang saling bertanggung jawab. Kru memiliki kepedulian dan kebutuhan yang sama, dan kru terikat secara tak terpisahkan, indah, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga membagikan kesan saat melihat Bumi dari kejauhan. “Ketika kami melihat Bumi yang kecil, orang-orang bertanya kepada kru kami tentang kesan yang kami dapatkan. Dan sejujurnya, yang paling membekas bagi saya bukan hanya Bumi—tapi seluruh kegelapan di sekitarnya,” katanya. “Bumi hanyalah seperti sekoci yang menggantung tenang di alam semesta.”

Koch menambahkan, “Saya tahu saya belum mempelajari semua hal yang ingin diajarkan perjalanan ini, tetapi ada satu hal baru yang saya ketahui, yaitu: Planet Bumi, kamu adalah sebuah kru.”

Jeremy Hansen menutup pernyataan dengan nuansa ringan. “Wah, ini rasanya sudah terlalu banyak. Ini malah bikin tambah emosional,” katanya menanggapi emosi rekan-rekannya. Ia juga bercanda, “Ini adalah jarak terjauh saya dari Reid dalam waktu yang lama.”

Ia kemudian menyampaikan apresiasi terhadap dukungan selama misi. “Saya akan mulai dengan rasa syukur—rasa syukur untuk keluarga saya, rasa syukur untuk NASA, untuk kepemimpinannya, rasa syukur untuk Canadian Space Agency,” ujar Hansen. “Saya rasa orang-orang tidak akan pernah benar-benar sepenuhnya memahami betapa baiknya kami didukung dan dilatih. Ini hampir tidak bisa dipercaya.”

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |