Israel Kembali Serang Wilayah Libanon Selatan Dekat Suriah

7 hours ago 5

MILITER Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Libanon selatan dan daerah dekat perbatasan Suriah pada Sabtu, 23 Mei 2026, meski gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya masih berlaku.

Menurut kantor berita nasional Libanon, seperti dilansir dari Al Jazeera, serangan terjadi menjelang tengah malam di kawasan pegunungan Nabi Sreij di pinggiran Brital. Wilayah itu sebelumnya tidak pernah diserang sejak 17 April 2026. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Yohmor al-Shaqif di Nabatieh serta Taybeh di Distrik Marjayoun di Libanon selatan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Serangan terbaru itu menyusul rentetan serangan Israel sebelumnya yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 10 orang.

Pada Kamis, 21 Mei 2026, serangan Israel di dekat Rumah Sakit Tebnine di Libanon selatan merusak tiga lantai bangunan rumah sakit, termasuk ruang gawat darurat, unit perawatan intensif, ruang operasi, dan ambulans yang terparkir di luar gedung. Informasi itu disampaikan Kementerian Kesehatan Libanon.

Militer Israel juga mengeluarkan dua perintah evakuasi sejak Jumat malam, 22 Mei 2026, melalui juru bicara berbahasa Arab militer Israel, Avichay Adraee. Peringatan itu ditujukan kepada warga desa Burj Rahal serta wilayah Tyre dan Zqouq al-Mufdi di Libanon selatan.

Jurnalis Al Jazeera yang melaporkan dari Tyre, Obaida Hitto, mengatakan banyak warga meninggalkan rumah mereka setelah menerima perintah pengungsian. “Ada ambulans di sini. Ada juga tim penyelamat dan orang-orang yang meninggalkan rumah mereka malam ini setelah perintah pengungsian paksa,” kata Hitto.

Ia menyebutkan warga hidup dalam ketakutan dan kepanikan karena tidak mengetahui kapan bisa kembali ke rumah mereka. “Orang-orang berada di sini bersama keluarga dan anak-anak mereka. Ini adalah bentuk teror psikologis yang dipaksakan Israel kepada warga di Libanon selatan,” ujar Hitto.

Kementerian Kesehatan Libanon mencatat lebih dari 3.100 orang tewas sejak Israel meningkatkan serangan ke Libanon pada 2 Maret 2026. Korban tewas mencakup 123 tenaga medis, lebih dari 210 anak-anak, dan hampir 300 perempuan. Serangan terus berlangsung meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata pada 16 April 2026.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |