Finlandia Kembali Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia, Sembilan Tahun di Posisi Puncak

6 hours ago 3

CANTIKA.COM, Jakarta - Selama sembilan tahun berturut-turut, Finlandia seolah tak tergoyahkan menduduki puncak daftar negara paling bahagia di dunia. Dalam World Happiness Report 2026 yang dirilis pada 18 Maret 2026, negara ini kembali menempati posisi pertama, mengungguli ratusan negara lainnya. Laporan tahunan ini menilai 147 negara berdasarkan berbagai faktor penting dalam kehidupan masyarakat, mulai dari dukungan sosial, harapan hidup sehat, kebebasan dalam menentukan pilihan hidup, hingga tingkat kemurahan hati dan persepsi terhadap korupsi.

Dominasi Negara Nordik

Tak hanya Finlandia, negara-negara Nordik lain juga terus menunjukkan konsistensinya, di mana Islandia, Denmark, Swedia, dan Norwegia tetap bertahan di jajaran atas. Kawasan ini memang dikenal memiliki sistem sosial yang kuat, distribusi kekayaan relatif merata, kualitas hidup tinggi, serta pemerintah yang dinilai mampu melindungi warganya dari ketidakpastian ekonomi. Di luar Eropa, Kosta Rika juga mencuri perhatian dengan menempati posisi keempat dan menjadi pencapaian tertinggi untuk negara Amerika Latin dalam daftar yang dirilis kali ini.

Cara Mengukur Kebahagiaan

Laporan ini disusun oleh para peneliti dari pusat riset kesejahteraan di Universitas Oxford dan dirilis bertepatan dengan Hari Kebahagiaan Internasional. Data utamanya berasal dari survei global yang melibatkan sekitar 100.000 responden di berbagai negara, di mana mereka diminta menilai kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Selain itu, peneliti juga mempertimbangkan enam faktor utama yaitu pendapatan per kapita, harapan hidup, dukungan sosial, kebebasan individu, tingkat kemurahan hati, dan persepsi terhadap korupsi. Gabungan faktor ini hadir menjadi "formula” yang menjelaskan kenapa beberapa negara terasa lebih nyaman untuk ditinggali dibanding yang lain.

Pengaruh Media Sosial

Menariknya, laporan ini juga menyoroti pengaruh media sosial terhadap tingkat kebahagiaan, terutama di kawasan Amerika Utara dan Eropa Barat. Hasilnya pun cukup kontras, dalam 15 tahun terakhir, tingkat kebahagiaan anak muda justru menurun, seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial.

Penggunaan dalam durasi moderat, kurang dari satu jam per hari dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Sebaliknya, penggunaan berlebihan, terutama lebih dari tujuh jam sehari, justru berkorelasi dengan penurunan kesejahteraan secara signifikan. Bahkan, dalam survei terhadap mahasiswa di Amerika Serikat, banyak yang mengaku sebenarnya berharap media sosial tidak ada, namun mereka tetap menggunakannya hanya karena faktor lingkungan sosial.

Peringkat ini pun bukan sekadar soal siapa yang paling bahagia, tapi juga cerminan bagaimana sebuah negara membangun kualitas hidup warganya. Finlandia dan negara-negara Nordik menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu identik dengan kemewahan, justru ia tumbuh dari hal-hal yang lebih mendasar yaitu rasa aman, kepercayaan, keseimbangan hidup, dan hubungan sosial yang sehat.

Pilihan Editor: 5 Destinasi Wisata di Eropa yang Banyak Dikunjungi Wisatawan Indonesia

MILA NOVITA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |