Film Badut Gendong Hadirkan Musuh Baru di Semesta Qodrat

2 days ago 2

SUTRADARA Charles Gozali mengungkapkan bahwa film Badut Gendong dirancang untuk memberikan dimensi baru bagi penonton dengan menghadirkan musuh yang lebih emosional. Berbeda dari karakter iblis hitam-putih yang ada di film Qodrat, karakter antagonis utama di film ini, yakni Darso dan Darsi, sengaja dikembangkan dengan porsi drama, aksi, serta romansa yang sangat kuat untuk menyentuh hati penonton.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kami memang mencoba mencari apa yang kemudian bisa membedakan saat Ustad Qodrat kemudian berlaga melawan iblis di trilogi Qodrat. Jadi kemudian yang kami rasakan kami perlukan untuk menghadirkan villain yang berbeda adalah villain yang emosional, yang datang dari perasaan, yang datang dengan latar belakang yang justru punya kemiripan dengan Qodrat," kata Charles melalui konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026.

Eksplorasi Drama dan Totalitas Aktor

Charles Gozali menambahkan keputusan untuk memasukkan unsur drama dan aksi yang kental ke dalam sekuel horor ini merupakan bagian dari kerinduan pribadinya serta sang produser, Linda Gozali, terhadap akar pembuatan film keluarga mereka terdahulu. Kendati demikian, porsi emosi dan laga dalam film ini tetap digali sedalam mungkin bersama penulis skenario agar penonton dapat memahami motif perlawanan yang dilakukan oleh Darso dan Darsi.

Pendalaman karakter yang emosional tersebut dirasakan langsung oleh aktris Dayinta Melira yang memerankan tokoh Darsi. Dayinta menceritakan salah satu pengalaman paling berkesan saat ia harus melakoni adegan kematian yang penuh kesedihan di atas rel kereta. Demi membantunya mendapatkan emosi yang tepat, Charles bahkan rela ikut berbaring di sampingnya untuk membisikkan motivasi.

"Itu saya ingat banget sampai sekarang karena di situlah beliau membisikkan saya sesuatu motivasi, dan dari situ saya langsung terenyuh dan air matanya langsung keluar, langsung menangis enggak berhenti. Karena saya melihat bahwa ini bukan hanya kerja profesionalitas aja, tapi bagaimana Pak Charles bisa menuangkan karyanya dengan sepenuh hati. Sehingga pada akhirnya, membuat saya termotivasi untuk bisa memberikan yang terbaik di film ini," pungkas Dayinta.

Jajaran aktor dan tim produksi film Badut Gendong saat menghadiri konferensi pers di Jakarta Selatan pada Jumat, 22 Mei 2026.(TEMPO/Laode Muhamad Ashegaf)

Selain adegan drama yang menguras air mata, film ini juga menyajikan aksi laga horor. Aktor Marthino Lio yang kembali dipercaya memerankan karakter abu-abu bernama Darso mengaku harus melakukan koreografi pertarungan yang menantang, termasuk adegan berlari dan bertarung dengan mata terpejam sembari dikejar mobil.

"Untungnya, kami dapat sebuah tim koreo dan tim stunt yang oke. Di sini, kami ada Kang Cecep dan ada Bang Jo, dan mereka juga anak-anak stunt-nya. Kru stunt-nya kuat dan kebal karena banyak yang jadi korbannya, yang tiba-tiba saya main pukul-pukulan antar cast saat proses syuting, seru," ujar Lio.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Clara Bernadeth yang memerankan tokoh Arini. Clara mengungkapkan proses pengambilan gambar adegan kejar-kejaran mobil tersebut membutuhkan waktu teknis yang panjang hingga berjam-jam, namun tetap berjalan aman berkat keterlibatan langsung sang sutradara di lapangan.

"Banyak banget adegan-adegan yang cukup membutuhkan super teknis, tapi ini semua dibantu dengan tim stunt dan juga Bapak Charles sendiri. Jadi akhirnya semuanya itu berjalan dengan lancar dan aman. Bahkan ada satu adegan itu ada di trailer juga, dimana Darso bersama dengan badut gendong itu dikejar-kejar sama mobil," ujar Clara.

Kolaborasi Global

Film Badut Gendong tidak hanya menjadi ajang eksplorasi kreativitas bagi Magma Entertainment, tapi juga menjadi salah satu proyek terbesar mereka yang melibatkan banyak kolaborator internasional. Produser Linda Gozali menyampaikan rasa syukurnya atas banyaknya eksekutif produser yang bergabung, termasuk para investor strategis dari negara tetangga, Malaysia.

Linda menilai keterlibatan kawan-kawan dari Malaysia membuktikan bahwa industri perfilman Indonesia semakin diperhatikan dan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di Asia Tenggara. Menurutnya, semangat bersatu ini akan membawa kebaikan dan manfaat bersama bagi kemajuan sinema regional.

"Kami berharap bahwa para eksekutif produser dapat merasakan perjalanan dari trilogi Qodrat, hingga film Badut Gendong ini, dari awal titik sampai sekarang, sampai nanti kami tayangkan dimulai tanggal 27 Mei 2026, ini menjadi sebuah keberkahan yang akan juga membuka pintu lebih banyak lagi kolaborasi kita bersama dengan kawan-kawan dari Malaysia maupun dari Asia Tenggara lainnya," ucap Linda.

LAODE MUHAMAD ASHEGAF

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |