ESDM Bidik 160 Ribu Jaringan Gas Rumah Tangga pada 2026

5 hours ago 3

PEMERINTAH menargetkan pembangunan 160 ribu sambungan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga pada 2026. Program ini akan memanfaatkan skema Compressed Natural Gas (CNG) clustering atau beyond pipeline yang memungkinkan distribusi gas bumi ke wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menyampaikan hal itu saat meninjau implementasi jargas berbasis CNG di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 19 Juni 2026. Menurut dia, model distribusi gas tersebut menjadi solusi percepatan pemerataan akses energi bersih tanpa harus menunggu pembangunan jaringan pipa transmisi gas bumi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Untuk tahun 2026, kami menargetkan 160 ribu sambungan rumah tangga di berbagai kota. Proses lelang akan dilakukan pada akhir Juli, sementara kajian kesiapan masing-masing daerah masih diselesaikan,” kata Yuliot dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 20 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pembangunan sambungan jargas akan tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan dengan mempertimbangkan kedekatan wilayah terhadap sumber gas. Seluruh sambungan tersebut akan menggunakan sistem distribusi berbasis CNG.

Di Sleman, jargas berbasis CNG saat ini telah melayani 4.545 rumah tangga, enam pelanggan kecil, dan empat pelanggan komersial. Infrastruktur pendukungnya mencakup jaringan distribusi gas sepanjang lebih dari 141 kilometer. Rata-rata penyaluran gas bumi mencapai sekitar 84 ribu meter kubik per bulan atau setara dengan pemanfaatan sekitar 64 metrik ton LPG per bulan.

Pemanfaatan jargas di Sleman juga mulai menyasar sektor produktif. Salah satu pelanggan komersial adalah restoran. Penggunaan CNG diklaim menghemat biaya energi sekitar 30 hingga 33 persen dibandingkan LPG.

Yuliot mengatakan pemerintah berencana meningkatkan pembangunan jargas secara signifikan pada tahun berikutnya. Melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah menargetkan pembangunan satu juta sambungan rumah tangga pada 2027. “Untuk tahun 2028, target satu juta sambungan rumah itu sudah bisa terlaksana,” ujarnya.

Saat ini, jargas telah menjangkau sekitar 827 ribu sambungan rumah tangga yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026–2029, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun melalui berbagai skema pendanaan.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan keberhasilan proyek jargas berbasis CNG di Sleman menunjukkan bahwa teknologi CNG Clustering dapat menjadi solusi untuk memperluas akses gas bumi di daerah yang belum terhubung dengan jaringan transmisi utama.

Menurut Arief, aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam pengoperasian sistem tersebut. Gas CNG yang bertekanan sekitar 200 bar disalurkan melalui sistem pengaturan tekanan (pressure regulating system/PRS) sehingga aman digunakan oleh pelanggan rumah tangga.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |