DONASI masyarakat Indonesia untuk rakyat Iran menembus Rp 9,06 miliar hingga pertengahan April 2026. Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mencatat puluhan ribu warga Indonesia yang berpartisipasi dalam penggalangan dana yang dibuka sejak Maret lalu.
Melalui unggahan Instagram resmi pada Rabu, 15 April 2026, Kedutaan Besar Iran menyampaikan laporan penggalangan dana sekaligus ucapan terima kasih kepada masyarakat Indonesia.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Dengan menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada seluruh saudara-saudari seiman, segenap rakyat Indonesia yang mulia, serta seluruh sahabat dan pendukung rakyat Iran, dengan ini Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan laporan mengenai proses penggalangan bantuan masyarakat kepada publik,” tulis tim Kedutaan Iran itu.
Partisipasi Publik Meluas
Kedutaan menjelaskan penggalangan donasi dimulai sejak 17 Maret 2026 melalui rekening resmi di Bank BRI. Respons masyarakat disebut meluas. Hingga 14 April 2026, tercatat 24.369 orang berpartisipasi dengan total dana mencapai Rp 9.069.280.661. “Alhamdulillah, inisiatif kemanusiaan ini mendapat sambutan yang luas dan luar biasa dari masyarakat Indonesia,” tulis pernyataan tersebut.
Menurut tim kedutaan, partisipasi tersebut mencerminkan solidaritas dan kepedulian kemanusiaan antara Indonesia dan Iran. Donasi masih akan dibuka hingga 30 April 2026 sebelum disalurkan melalui Palang Merah Indonesia kepada Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran.
Dukungan Sejak Awal Konflik
Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang datang dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Pernyataan itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi kedutaan pada 18 Maret 2026.
Ia mengatakan dukungan tidak hanya datang dari organisasi, tetapi juga individu. “Begitu banyak pesan yang sampai kepada saya dari berbagai pihak, mengirimkan ribuan surat dan datang langsung ke kedutaan untuk berbela sungkawa atas kemartiran pemimpin, mengucapkan selamat atas pengangkatan pemimpin baru, juga mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel,” ujarnya.
Dilansir Anadolu, serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat dilaporkan dimulai pada 28 Februari 2026. Lebih dari 3.000 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut di berbagai wilayah Iran sejak akhir Februari, termasuk pemimpin tertinggi saat itu Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, lebih dari 10.000 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Situasi tersebut memicu gelombang simpati global, termasuk dari Indonesia, yang kemudian mendorong berbagai inisiatif penggalangan bantuan kemanusiaan oleh masyarakat.

















































