Cerita Anak Ahmad Bahar saat Dibawa ke Markas GRIB Jaya

3 hours ago 4

PERSETERUAN antara organisasi Gerakan Rakyat Bersatu atau GRIB Jaya dengan penulis Ahmad Bahar berbuntut panjang. Anak Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana, diduga dibawa oleh massa ke markas GRIB Jaya dan diinterogasi.

Ilma bercerita, kejadian bermula saat rombongan GRIB Jaya tiba-tiba mengepung kediamannya. Menurutnya, massa ketika itu mencari-cari keberadaan ayahnya. "Tadinya yang datang itu memang cuma sekitar empat orang, lama-lama bertambah banyak," tutur Ilma di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM, Jakarta Pusat pada Kamis, 21 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Massa yang gagal menemukan Bahar kemudian memaksa Ilma untuk ikut ke markas GRIB Jaya. Salah satu perwakilan GRIB Jaya mengatakan jika Ilma tidak ikut dengan mereka, maka akan semakin banyak orang yang datang ke rumahnya.

Ketika itu Ilma merasa terpaksa untuk mengikuti kemauan para anggota GRIB Jaya. Ia mengaku khawatir keluarganya yang ada di rumah terancam jika tidak mengikuti kemauan mereka. 

Ketika tiba di markas organisasi masyarakat tersebut, Ilma langsung berhadapan dengan Ketua Umum DPP GRIB Jaya, Rosario de Marshal alias Hercules. "Banyak kata-kata yang menurut saya tidak pantas diucapkan," tutur Ilma dengan nada terisak.

Menurut, Hercules mempertanyakan alasan dirinya mengirimkan pesan bernada ancaman. Hercules juga memaksa Ilma untuk menelepon ayahnya dan meminta untuk dijemput dari markas ormas tersebut. 

Selain itu, kata Ilma, Hercules juga mengancam dengan mengeluarkan senjata api. Dia lalu menembakkan pistol tersebut sebanyak dua kali di depan Ilma. "Dor, dor! dua kali dia tembakkan," ujar Ilma. 

Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, membantah pihaknya menyandera putri Ahmad Bahar. Ia malah menyebut putri Ahmad Bahar yang datang ke kantor DPP GRIB Jaya sebagai utusan sang ayah.

“Ia mengutus putrinya untuk datang, dan sang anak mengaku kehilangan kontak, tidak bisa menghubungi keberadaan ayahnya saat berada di kantor kami," kata Marcel. 

Marcel pun mengaku, saat mendatangi rumah Ahmad Bahar, pihaknya sudah melakukan proses koordinasi, dan seluruhnya dikawal serta didampingi oleh ketua RW setempat. "Bahkan terdapat aparat kepolisian sebagai representasi aparat lingkungan dan menghormati hukum," kata Marcel. 

Oyuk Ivani Siagian ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |