ALIANSI Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI bakal menggelar demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap 2 Mei. Koordinator Pusat BEM SI Muzammil Ihsan mengatakan aksi akan dilaksanakan di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, pada Sabtu siang ini.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Muzammil berujar, unjuk rasa peringatan Hardiknas kali ini tak hanya dihadiri anggota BEM SI, tetapi juga dihadiri Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) serta elemen masyarakat lainnya. “Kurang lebih ada 700 massa,” kata Muzammil melalui pesan singkat, Sabtu, 2 Mei 2026.
Muzammil menjelaskan, ada sembilan poin tuntuan yang dibawa BEM SI dan ditujukan pada pemerintah dalam aksi hari ini. Pertama, reformasi tata kelola anggaran pendidikan serta pemisahan anggaran pendidikan publik dengan kedinasan dan penghentian komersialisasi pendidikan berlebihan.
Kedua, BEM SI mendesak pemerintah pusat dan daerah menjadikan pendidikan sebagai prioritas substantif, bukan sekadar formalitas anggaran. Lalu, para mahasiswa ini menuntut pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), pelosok, serta kelompok rentan.
Keempat, BEM SI mendesak peningkatan kesejahteraan guru serta penyelesaian status guru honorer secara adil, transparan dan bermartabat, serta pemerataan distribusi guru dan reformasi sistem rekrutmen guru. Selanjutnya, menuntut rehabilitasi sekolah rusak dan pemenuhan sarana-prasarana pendidikan yang layak di seluruh Indonesia.
Keenam, BEM SI mendesak kebijakan pendidikan yang konsisten, berbasis data, dan berorientasi jangka panjang. Ketujuh, mendorong pendidikan karakter yang nyata, kontekstual, dan berakar pada nilai kebangsaan serta kearifan lokal.
Dalam poin kedelapan, para mahasiswa menuntut transparansi dan pengawasan ketat terhadap seluruh penggunaan anggaran pendidikan. Terakhir, mereka mendesak revisi pembahasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dengan melibatkan partisipasi masyarakat sipil.
Adapun, seruan aksi Hardiknas ini juga dibagikan oleh BEM SI melalui akun Instagram resminya @bem_si. Di media sosial, demonstrasi ini mengusung tagar #GelapGulitaPendidikanIndonesia. BEM SI menyoroti kondisi pendidikan yang masih ditemukan ketimpangan hingga kebijakan yang justru menjauh dari kepentingan rakyat.
"Hardiknas bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum perlawanan, momentum untuk menyuarakan kebenaran," tulis BEM SI dalam takarir pada unggahannya.

















































