SEJUMLAH pemain timnas Indonesia menunjukkan solidaritas mereka setelah kemenangan 1-0 atas Mozambik pada laga FIFA Match Day di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa. Dukungan datang untuk Beckham Putra yang menjadi sasaran perlakuan tidak pantas dari oknum suporter.
Beckham menegaskan komitmennya untuk terus memberikan yang terbaik bagi Indonesia meski mendapat kritik dan perlakuan tidak menyenangkan dari sebagian suporter. "Saya selalu memberikan 100 persen bahkan lebih kemampuan saya untuk Indonesia. Apa pun yang dikatakan di luar sana tidak akan mengubah komitmen saya untuk terus berjuang demi Merah Putih," tulis Beckham melalui unggahan Instagram pribadinya, Rabu, 18 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pemain Persib Bandung itu menjadi sorotan setelah sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dirinya mendapat perlakuan tidak pantas dari oknum suporter seusai pertandingan melawan Mozambik. Situasi tersebut sempat membuat Beckham bereaksi sebelum ditenangkan rekan setimnya, Kevin Diks.
Menurut Beckham, setiap pengalaman menjadi pelajaran berharga untuk terus berkembang sebagai pemain. "Setiap pengalaman adalah pelajaran untuk terus bertumbuh. Terima kasih kepada mereka yang tetap percaya dan terima kasih juga kepada mereka yang membuat saya semakin kuat," tulis pemain berusia 24 tahun tersebut.
Beckham telah mengoleksi delapan penampilan bersama timnas Indonesia sejak menjalani debut pada Juni tahun lalu. Ia juga mencetak dua gol saat Indonesia mengalahkan Saint Kitts dan Nevis 4-0 pada laga debut pelatih John Herdman pada Maret lalu.
Di tengah polemik yang berkembang, dukungan datang dari sejumlah pemain timnas. Bek tengah Rizky Ridho mengingatkan bahwa seluruh pemain yang mengenakan seragam Garuda adalah satu keluarga, terlepas dari latar belakang klub yang berbeda. "Kita mungkin datang dari klub yang berbeda, tetapi saat mengenakan jersi tim nasional, kita adalah satu keluarga," tulis Ridho melalui Instagram, seperti dikutip dari Antara.
Unggahan Ridho menampilkan foto kebersamaannya bersama Beckham, Saddil Ramdani, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan. Pesan tersebut dipandang sebagai ajakan untuk menjaga persatuan di lingkungan tim nasional dan tidak membawa rivalitas antarklub ke level timnas.
Ridho juga mengajak suporter menghentikan segala bentuk provokasi dan kebencian terhadap pemain yang sedang membela Indonesia. "Mari hentikan segala bentuk kebencian dan provokasi, dan dukung siapa pun yang berjuang untuk lambang Garuda," ujar pemain Persija Jakarta tersebut.
Dukungan serupa datang dari kapten timnas Jay Idzes. Pemain Sassuolo itu menegaskan bahwa seluruh pemain adalah bagian dari satu tim saat mengenakan seragam Indonesia. "Begitu kita mengenakan seragam Indonesia, kita semua bersatu. Kamu adalah bagian dari kami," tulis Idzes.
Sementara itu, Marselino Ferdinan mengungkapkan rasa syukurnya setelah akhirnya kembali bermain untuk timnas Indonesia. Pemain Oxford United tersebut sempat absen cukup lama akibat serangkaian cedera yang dialaminya sejak Oktober tahun lalu.
Kembalinya Marselino sempat diragukan setelah mengalami cedera hamstring saat Indonesia mengalahkan Oman 3-0 pada Jumat lalu. Namun, pemain berusia 21 tahun itu akhirnya tampil sebagai starter saat Indonesia mengalahkan Mozambik 1-0 melalui gol Ole Romeny. "Saya bersyukur bisa kembali ke lapangan dengan kemenangan beruntun," ucap Marselino.
Pada pertandingan tersebut, Marselino bermain selama 65 menit sebelum digantikan Rayhan Hannan. Ia membukukan 24 umpan sukses, dua tekel, satu tembakan tepat sasaran, satu tembakan diblok, dan satu peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol.
Peluang terbaiknya terjadi pada menit ke-21 ketika ia menerima bola muntah hasil tendangan Ole Romeny. Namun, tembakannya ke gawang yang sudah ditinggalkan kiper masih mampu disapu pemain belakang Mozambik tepat di depan garis gawang.
Romeny menyambut positif kembalinya Marselino ke timnas. Keduanya juga merupakan rekan setim di Oxford United. "Hubungan saya dengan Lino sangat baik. Di Oxford kami menghabiskan banyak waktu bersama sehingga dia terasa seperti adik saya sendiri," kata Romeny. "Di lapangan kami saling memahami. Dia tahu kapan saya bergerak atau masuk ke kotak penalti. Kami senang bermain bersama," ujar pencetak gol kemenangan Indonesia tersebut.
















































