Bapanas Klaim Telah Siapkan Mitigasi Dampak El Nino

3 hours ago 2

BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan telah menyiapkan antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino. Bapanas menjelaskan langkah itu berupa penyiapan dan pendistribusian pupuk serta peningkatan luas tambah tanam (LTT).

“Ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir,” kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April 2026.

Ketut mengatakan, pemerintah telah berpengalaman menghadapi El Nino pada 2023–2024. Berbekal pengalaman itu, Ketut meyakini pemerintah dapat menghadapi potensi dampak El Nino pada tahun ini melalui mitigasi dan antisipasi.

Ia menilai penguatan sistem pangan tidak hanya bisa mengandalkan pemerintah pusat. Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi dan ketersediaan pangan pun menjadi penting.

Ketut menekankan urgensi dan kewajiban pemerintah daerah memiliki cadangan pangan. Tujuannya sebagai pemerataan stok pangan dan memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi setiap kondisi.

Data Badan Pangan Nasional hingga 2 April 2026 mencatat stok beras nasional tercatat sekitar 4,4 juta ton, atau setara dengan 169 persen terhadap kebutuhan bulanan nasional.

Sementara itu, komoditas lain seperti jagung tercatat 168 ribu ton, gula konsumsi sebanyak 49 ribu ton, dan minyak goreng sebesar 121 ribu kiloliter.

Adapun cadangan pangan di tingkat kabupaten/kota tercatat mencapai 14.169,03 ton yang tersebar di 322 daerah. Ketut menyatakan, cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) kabupaten/kota mencerminkan penguatan ketahanan pasokan di tingkat lokal dan mempercepat respons terhadap potensi gangguan distribusi.

Adapun daerah dengan jumlah cadangan pangan terbesar adalah Jawa Barat sebanyak 2.790,9 ton. Kemudian disusul Banten sebesar 2.007,25 ton.

Sementara itu cadangan beras provinsi secara nasional tercatat mencapai 7.561,23 ton; dengan 33 provinsi telah memiliki regulasi dan mekanisme pengelolaan cadangan beras pemerintah provinsi.

Jumlah cadangan beras terbesar tercatat di Jawa Barat dengan 2.626,94 ton, diikuti Jawa Timur sebesar 825,36 ton.

Ketut menegaskan kerja sama pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memastikan sistem pangan nasional tetap tangguh, terutama dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem. “Kita harus tetap waspada, bukan untuk menakutkan, tetapi memastikan semua langkah mitigasi yang sudah disiapkan dapat dijalankan dengan baik,” tuturnya.

Pilihan Editor:  Pentingkah Penyatuan Neraca Komoditas Gula

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |