TEMPO.CO, Jakarta - Suroto, redaktur media online Newsway, mengungkap fakta baru atas kematian jurnalis Juwita, 22 tahun, yang dibunuh Kelasi Satu Jumran, kekasih korban sekaligus prajurit TNI AL. Suroto menduga Juwita dibunuh di dalam mobil Daihatsu Xenia DA 1256 PC yang disewa oleh Jumran, pada Sabtu, 22 Maret 2025.
Penyidik Detasemen Polisi Militer Lanal Banjarmasin telah menyita mobil Daihatsu Xenia ini sebagai salah satu barang bukti. Adapun dua orang anggota keluarga korban kembali diperiksa oleh penyidik untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) pada Rabu, 2 April 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Dua orang keluarga korban diperiksa lagi untuk melengkapi BAP. Penyidik menyita barang bukti kendaraan korban, mobil sewaan yang diduga dipakai pelaku, pakaian korban, dan laptop korban. Mobilnya Daihatsu Xenia tahun 2022," kata Suroto ketika dikonfirmasi Tempo pada Rabu, 2 April 2025.
Korban Juwita bersama sepeda motornya ditemukan tergeletak di tepi jalan kawasan Gunung Kupang , Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Sabtu sore, 22 Maret 2025. Sebelum penemuan itu, Suroto menjelaskan bahwa korban sempat pamit ke keluarga untuk menemui seseorang di daerah Guntung Payung, Banjarbaru, pada Sabtu pagi, 22 Maret 2025. Menurut dia, korban dan terduga pelaku sempat ketemu di kawasan perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan.
"Korban lalu memarkirkan kendaraannya di salah satu minimarket di Jalan Mistar Cokrokusumo, Cempaka, lalu diajak ke dalam mobil. Sempat ke daerah Kiram, dan terakhir ditemukan di lokasi penemuan korban," lanjut Suroto.
Ihwal sepeda motor korban yang sempat dititipkan di minimarket, Suroto menduga pelaku yang mengambil motor korban untuk ditaruh di lokasi korban tergeletak. "Pelaku yang bersangkutan mengambil motor ke minimarket, lalu dibawa ke lokasi kejadian," kata Suroto.
Ia belum tahu motif yang melatari pembunuhan terhadap jurnalis Juwita. Pihaknya dan keluarga korban masih menunggu keterangan resmi dari penyidik Detasemen Polisi Militer Lanal Banjarmasin. "Masih belum tahu motif sebenarnya. Isu liar yang beredar soal asmara," kata Suroto.
Namun, Suroto memastikan karya jurnalistik milik Juwita tidak pernah mendapat komplain atau keberatan dari narasumber berita. Juwita memang mengajukan status kontributor sejak enam bulan lalu karena kesibukan menuntaskan skripsi pada program studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska MAB).
"Sejauh ini tidak ada keberatan dari tulisan korban. Bahkan beberapa narasumber sering tanya "Mbak Juwita jarang ke lapangan lagi?". Memang yang bersangkutan masih menyelesaikan skripsi," tutur Suroto.
Menurut kuasa hukum keluarga korban Juwita, Muhamad Pazri pada Sabtu, 29 Maret 2025, terduga pelaku Jumran melakukan pembunuhan berencana terhadap Juwita karena pelaku telah menyiapkan skenario, seperti eksekusi pembunuhan di dalam mobil, pembelian tiket pesawat atas nama orang lain, KTP korban dihancurkan, dan hasil autopsi bahwa korban Juwita dibunuh. Keterangan sementara dari penyidik, kata Pazri, pelaku membunuh korban tanpa bantuan orang lain.
“Pelaku sendiri, ada sewa mobil, di dalam mobil eksekusinya. Kenapa berencana? Karena dalam hal eksekusinya, dia berangkat beli tiket pesawat dengan nama orang lain, KTP dihancur-hancur. Hasil autopsi terang benderang dia (Juwita) dibunuh,” lanjut Pazri.
Pazri berkata keluarga korban mengucapkan terimakasi kepada penyidik yang telah bekerja profesional dan transparan. Tersangka Jumran sudah dibawa ke Markas Lanal Banjarmasin dari Lanal Balikpapan untuk pemeriksaan lebih lanjut pada Sabtu, 29 Maret 2025. Pihak keluarga juga masih menunggu rilis resmi dari instansi berwenang.
Ia berharap ada keadilan untuk korban dan keluarga korban. Menurut Pazri, proses peradilan pidana terhadap Jumran kemungkinan digelar Pengadilan Militer Banjarbaru karena kejadian tindak pidana di Kota Banjarbaru.
Teny Ariana, wartawati sahabat almarhum Juwita, mengisahkan kejanggalan sebelum korban ditemukan tak bernyawa di tepi jalan kawasan Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Sabtu sore, 22 Maret 2025. Menurut Teny, Juwita menekuni profesi wartawan sudah empat tahun.
Selama ini, Teny dan Juwita kerap liputan bersama terkait isu-isu pemerintahan. Namun, kata Teny, sosok Juwita lebih banyak menulis feature. "Biasanya Juju (Juwita,red) itu liputannya terkait pemerintahan, tapi lebih banyak feature," kata Teny Ariana kepada Tempo.
Setahu Teny, hasil karya jurnalistik dari Juwita tidak pernah bermasalah. Teny paham betul karya jurnalistik milik Juwita karena sering liputan bersama di lapangan.
"Untuk liputan yang bermasalah tidak pernah, karena kalau liputan di lapangan pasti selalu dengan saya. Kemana saja liputan pasti sama saya, dan beberapa waktu kebelakang kami sering kali liputan terkait konferensi pers di Polda Kalsel," lanjut Teny Ariana.
Ihwal calon suami dari Juwita, Teny mengakui bahwa prajurit TNI AL inisial J sebagai tunangan Juwita. Menurut Teny, J dan Juwita hendak menikah pada Mei 2025.
"Untuk menikah dengan TNI AL iya, dia sudah melangsungkan prosesi lamaran dan rencana menikah di bulan Mei nanti," lanjut Teny Ariana.
Teny mengakui Juwita pernah mencurahkan isi hati terkait hubungan asmaranya dengan calon suaminya. "Yang saya bisa sampaikan, Juju itu curhat kondisi komunikasi dia dengan calon suaminya kurang baik dan sikap calon suaminya yang agak tempramen," kata Teny.