UNIFIL: Tank Israel Tabrak Kendaraan Pasukan Perdamaian PBB

6 hours ago 5

PASUKAN Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) seperti dilansir Al Arabiya mengatakan bahwa sebuah tank Israel menabrak kendaraan pasukan penjaga perdamaian dalam dua kesempatan pada Ahad di selatan negara itu. Insiden ini menyebabkan kerusakan berat pada kendaraan UNIFIL dan membatasi pergerakan pasukan penjaga perdamaian.

Libanon selatan merupakan lokasi serangan udara dan darat Israel yang diklaim menyasar target Hizbullah sejak bulan lalu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Pada dua kesempatan hari ini, tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menabrak kendaraan UNIFIL dengan tank Merkava, dalam satu kasus menyebabkan kerusakan yang signifikan,” kata pernyataan itu.

Pelanggaran Resolusi PBB 1701

UNIFIL juga menyebut militer Israel melepaskan tembakan peringatan di dekat pasukan penjaga perdamaian, memblokir jalan, dan menghancurkan kamera pengawasan, yang melanggar Resolusi PBB 1701 seperti dilansir Yeni Safak.

Tentara Israel dilaporkan telah memblokir jalan di Bayada, Lebanon selatan, “yang digunakan untuk mengakses posisi UNIFIL.”

“Selama sepekan terakhir, tentara Israel telah melepaskan ‘tembakan peringatan’ di daerah tersebut, mengenai dan merusak kendaraan UNIFIL yang dapat diidentifikasi dengan jelas. Dalam satu kasus, ‘tembakan peringatan’ mendarat hanya satu meter dari seorang penjaga perdamaian yang telah turun dari kendaraannya,” tambah pernyataan itu.

“Tentara Israel terus-menerus memblokir pergerakan pasukan penjaga perdamaian di jalan ini dalam beberapa hari terakhir, selain penolakan kebebasan bergerak yang tercatat di daerah lain,” katanya.

UNIFIL berpatroli di Lebanon selatan dekat perbatasan Israel tempat Israel dan Hizbullah bertempur sejak awal Maret.

“Tindakan-tindakan ini tidak sesuai dengan kewajiban Israel berdasarkan resolusi Dewan Keamanan 1701 dan persyaratan untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian, serta kebebasan bergerak mereka setiap saat,” kata UNIFIL.

Misi tersebut memperingatkan bahwa insiden-insiden tersebut “menghambat kemampuan pasukan penjaga perdamaian untuk melaporkan pelanggaran oleh kedua belah pihak di lapangan.”

Pasukan penjaga perdamaian akan tetap berada di posisinya dan terus melapor kepada Dewan Keamanan PBB.

Libanon terseret ke dalam perang Asia Barat (Timur Tengah) setelah Hizbullah meluncurkan serangan roket ke Israel sebagai pembalasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, Israel telah menyerang wilayah selatan Libanon sebelum 2 Maret hampir setiap hari, meski terdapat kesepakatan gencatan senjata pada November 2024.

Kematian Tiga Tentara Indonesia

Tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia tewas di Lebanon selatan bulan lalu. Penyelidikan awal PBB menemukan satu tewas akibat tembakan tank Israel, sementara dua lainnya tewas akibat alat peledak improvisasi yang kemungkinan ditanam oleh Hizbullah.

Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL lainnya juga terluka sejak perang meletus.

Bulan ini, “tentara Israel juga telah menghancurkan kamera pengawas keamanan” di markas UNIFIL di Naqura “dan lima posisi lainnya,” kata pernyataan itu.

Pada Sabtu, tentara Israel “menyemprot jendela gerbang akses pejalan kaki markas, sehingga menghalangi pandangan ke perimeter luar,” tambahnya.

UNIFIL mengatakan tindakan tersebut tidak sesuai dengan “persyaratan untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian” dan kebebasan bergerak mereka.

Pasukan penjaga perdamaian PBB telah bertugas sebagai penyangga antara Lebanon dan Israel selama beberapa dekade, tetapi mandat mereka berakhir pada akhir tahun ini.

Insiden-insiden ini terjadi ketika Israel meningkatkan serangannya di Libanon, dengan Perdana Menteri Netanyahu bersumpah akan meningkatkan eskalasi kecuali jika Hizbullah dilucuti senjatanya. Libanon dan Israel telah sepakat untuk bertemu di Washington pada 14 April untuk memulai gencatan senjata.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |