Sertifikat Sawit Berkelanjutan Wajib di Sektor Hilir 2027

5 hours ago 3

KEMENTERIAN Perindustrian mewajibkan pengusaha kelapa sawit di sektor hilir memiliki sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada 19 Maret 2027.

“Artinya, masa transisi yang kita miliki kurang dari satu tahun untuk menyiapkan seluruh infrastruktur dan instrumen pendukung agar implementasi sertifikasi ISPO sektor hilir dapat berjalan optimal,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 April 2025.

Kewajiban industri hilir melakukan sertifikasi tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, yang diikuti dengan peraturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 38 Tahun 2025 tentang Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia Terhadap Industri Hilir Kelapa Sawit.

Peraturan menteri tersebut akan berlaku efektif pada 12 Mei 2026 dan mulai berlaku wajib terhadap industri hilir kelapa sawit pada tahun depan. Putu mengatakan, kewajiban sertifikasi tersebut karena negara tujuan ekspor menuntut aspek transparansi, keberlanjutan, dan ketertelusuran asal usul bahan baku produk industri hilir kelapa sawit.

Menurut Putu, keberhasilan sertifikasi ISPO di sektor hilir sangat ditentukan oleh kesiapan regulasi turunan. Termasuk juga Skema Sertifikasi ISPO dan Skema Akreditasi Lembaga Sertifikasi ISPO. 

Adapun nilai ekspor kelapa sawit dan produk turunannya mencapai US$ 44,65 miliar pada 2025. Produk turunan kelapa sawit mendominasi total perdagangan dengan jumlah sebesar 93 persen.

Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar US$ 1,417 miliar pada tahun yang sama. Dengan demikian, surplus neraca perdagangan tercatat US$ 43,23 miliar.

Menurut Putu, capaian tersebut merupakan bukti keberhasilan kebijakan penghiliran dalam meningkatkan nilai tambah sekaligus menciptakan multipolar effect bagi perekonomian nasional.

Adapun jumlah produk turunan kelapa sawit meningkat menjadi 208 jenis pada 2025 daripada 14 tahun sebelumnya yakni 48 jenis.

Industri kelapa sawit juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan jumlah mencapai 16,5 juta orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri kelapa sawit merupakan salah satu kontributor utama dalam industri agro nasional. Ia mengatakan, industri kelapa sawit berperan strategis terhadap perekonomian Indonesia karena produksi 51,66 juta ton minyak sawit mentah (CPO) pada 2025 dengan luas lahan lebih dari 16 juta hektare.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |