BENDA langit Komet C/2026 A1 (MAPS) yang kemunculannya ditunggu pengamat langit pada bulan ini dikabarkan telah hancur saat melintas dekat matahari. Menurut pegiat astronomi dari komunitas Langit Selatan di Bandung, Avivah Yamani, komet pelintas dekat matahari alias sungrazer itu hancur pada 4 April 2026 sehingga tidak bisa lagi diamati.
Kehancuran komet itu terjadi sebelum dia mencapai perihelion atau jarak terdekatnya dengan matahari yang ditaksir 161.000 kilometer atau satu persen jarak bumi-matahari. “Jaraknya terlalu dekat, tentu membuat gravitasi matahari jadi pengendali utama yang membuat komet hancur,” katanya, Senin 13 April 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Faktor lain penyebab kehancurannya, Avivah menambahkan, bisa jadi pula karena nukleus atau inti padat dan pusat komet yang berukuran kecil, atau struktur dari kometnya yang renggang. “Kalau hancur, komet tercabik sehingga sisanya akan semakin redup,” ujarnya.
Komet C/2026 A1 (MAPS) sendiri tergolong benda langit yang baru ditemukan yaitu pada 13 Januari 2026. Nama MAPS merupakan akronim dari nama empat orang pengamat yang menemukannya yaitu Alain Maury, Georges Attard, Daniel Parrott, dan Florian Signoret.
Avivah menerangkan, temuan itu memberi kesempatan astronom untuk mengamati perubahan komet saat mendekati matahari sampai hancur. Kebanyakan komet yang melintas dekat matahari memang akan hancur, namun ada juga yang tetap utuh seperti Komet Lovejoy. Faktor penyebabnya bergantung pada jarak komet dengan matahari saat mengorbit serta ukuran kometnya. "Kalau jaraknya tidak berbahaya, komet ukuran besar atau kecil bisa selamat.”
Menurut Avivah, andai komet C/2026 A1 (MAPS) tidak hancur, bintang berekor itu bisa diamati pergerakannya dari bumi dalam rentang jarak sekitar 143,8 juta kilometer mulai 9 April lalu hingga akhir bulan ini di arah barat sekitar Rasi Cetus. Waktu pengamatannya sempit yaitu dari saat matahari terbenam sampai kisaran satu jam kemudian.
Tantangan lainnya bagi pengamat adalah tingkat kecerlangan komet ini yang redup sehingga butuh alat bantu berupa teleskop atau teropong. Dari hari ke hari posisi komet akan semakin tinggi di langit arah barat karena waktu terbenamnya bergeser semakin malam.
Selain komet C/2026 A1 (MAPS) yang telah hancur, ada satu komet lagi yang ditunggu pengamat benda langit padda bulan ini, yaitu C/2025 R3 (PanSTARRS). Komet yang ini diperkirakan akan mencapai jarak terdekat dengan matahari pada 19 April. “Ini komet bukan sungrazers jadi papasannya dengan matahari lebih jauh daripada komet MAPS yang hancur,” katanya.
Dari bumi, komet PanSTARRS bisa diamati sebelum fajar pada 9-17 April di Rasi Pegasus di arah timur sebelum matahari terbit. Setelah itu komet akan menghilang dari pandangan karena posisinya dekat dengan matahari. “Baru bisa diamati lagi mulai awal Mei setelah matahari terbenam,” kata Avivah.
Keberaan komet yang terus bergerak itu akan berpindah ke antar rasi bintang di langit seperti Pegasus, kemudian ke Pisces, Aries, dan Cetus pada akhir April. Para astronom memperkirakan komet C/2025 R3 (PanSTARRS) bisa dilihat langsung oleh mata pengamat.

















































