Rumah Sakit Masih Hadapi Lonjakan Pasien akibat Cuaca Panas

8 hours ago 5

PEMERINTAH Prancis memperingatkan dampak kesehatan akibat gelombang panas ekstrem masih akan berlanjut meskipun suhu udara mulai menurun di sejumlah wilayah. Rumah sakit dan layanan darurat dilaporkan masih menghadapi lonjakan pasien akibat penyakit yang dipicu cuaca panas.

Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, mengatakan negara itu masih mencatat angka kematian yang lebih tinggi dari biasanya. Dalam wawancaranya dengan BFMTV pada Ahad, 28 Juni 2026, Rist menyebut data awal dari Badan Kesehatan Masyarakat Prancis menunjukkan sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari perkiraan sejak Rabu lalu. Namun, ia menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Kami kemungkinan tidak berada dalam situasi seperti tahun 2003," kata Rist seperti dilansir Anadolu. Ia merujuk pada gelombang panas yang menewaskan ribuan orang di Prancis lebih dari dua dekade lalu.

Meski demikian, ia memperkirakan tekanan terhadap sistem layanan kesehatan akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Kantor Perdana Menteri Sébastien Lecornu juga mengingatkan bahwa penurunan suhu tidak serta-merta mengakhiri dampak gelombang panas. Risiko dehidrasi, pasien yang baru membutuhkan perawatan setelah terpapar suhu tinggi, serta memburuknya kondisi kesehatan kelompok rentan diperkirakan masih akan terus terjadi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengatakan layanan darurat mengalami lonjakan penanganan selama periode cuaca ekstrem. Menurut dia, petugas pemadam kebakaran telah melakukan sekitar 122 ribu operasi, jauh lebih banyak dibandingkan kondisi normal. Aktivitas layanan darurat diperkirakan tetap tinggi meski suhu mulai turun.

Nuñez juga mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama saat melakukan aktivitas fisik atau olahraga di luar ruangan.

Setelah badai petir melanda pada Sabtu malam, suhu udara mulai menurun di sebagian besar wilayah Prancis. Meski demikian, dua departemen di timur laut masih berstatus siaga merah gelombang panas pada Ahad, sementara 34 departemen lainnya berada dalam status siaga oranye. Sebanyak 14 departemen juga mendapat peringatan cuaca buruk akibat badai petir.

Badai tersebut menyebabkan sedikitnya tujuh orang mengalami luka ringan di wilayah utara Prancis. Selain itu, sekitar 63 ribu rumah tangga sempat mengalami pemadaman listrik, menurut operator jaringan listrik Enedis.

Gelombang panas juga berdampak pada penyelenggaraan kegiatan olahraga. Panitia Kejuaraan Balap Sepeda Jalan Prancis mempersingkat lintasan balapan putra satu putaran karena suhu saat perlombaan dimulai masih mencapai sekitar 35 derajat Celsius.

Gelombang panas yang melanda Eropa dalam beberapa pekan terakhir telah memicu peringatan dari berbagai otoritas kesehatan mengenai meningkatnya risiko kematian, terutama bagi lansia dan kelompok rentan. Pemerintah Prancis meminta masyarakat tetap mengikuti langkah-langkah pencegahan meskipun kondisi cuaca mulai membaik.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |