Respons Hasto soal Penurunan Kepuasan Publik ke Pemerintah

9 hours ago 5

SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto angkat bicara soal turunnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sigi terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah menurun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Hasto, survei itu memotret ketidakpuasan kelas menengah terhadap kondisi politik, sosial, dan ekonomi yang mengakibatkan penurunan kelas sehingga mereka menjadi kelompok miskin. Dia memperingatkan bahwa pengabaian terhadap aspirasi kelas menengah bisa menimbulkan permasalahan baru sebagaimana yang dijelaskan dalam fenomena Chilean Paradox.

Chilean Paradox adalah istilah yang menggambarkan situasi kontradiktif di mana sebuah negara terlihat sukses secara statistik ekonomi, tapi di saat yang sama mengalami gejolak sosial dan ketidakpuasan publik.

"Penurunan kelas menengah yang hidup miskin itu kemudian sangat berbahaya karena kekritisan mereka kalau tidak direspons dengan kebijakan yang tepat, bisa menciptakan risiko-risiko sosial dan politik. Kita tidak menginginkan itu," kata Hasto di kantor Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Jakarta, 26 Juli 2026.

Menurut dia, yang bertanggung jawab memperbaiki kondisi di dalam negeri bukan hanya pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. Dengan begitu, intervensi terhadap persoalan politik hingga ekonomi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

"Maka sebaiknya semua bekerja keras untuk bangsa dan negara, di dalam pemerintah maupun yang di luar pemerintah. Semua melihat persoalan politik ekonomi, persoalan sektor riil, ini memerlukan suatu tindakan yang sangat cepat dan itu memerlukan kesatu-paduan kita bersama," ucap mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini.

Di samping itu, Hasto juga mengomentari hasil riset SRMC. Ia meyakini bahwa pengumpulan data survei perlu memadukan metode kuantitatif dan kualitatif agar benar-benar bisa menangkap pendapat rakyat di akar rumput.

Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menyatakan bahwa penurunan tingkat kepuasan publik berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum per Juli 2026. "Dalam 9 bulan terakhir, yang merasa sangat atau cukup puas dengan kinerja Presiden Prabowo turun dari 81,2 persen per November 2025 menjadi 51,1 persen di survei terakhir Juli 2026," kata Deni dalam keterangan tertulis pada Ahad.

Dalam periode yang sama, ketidakpuasan masyarakat terhadap Presiden meningkat dari 16 persen menjadi 46,9 persen. Namun survei ini tidak memaparkan apa yang menjadi penyebab dari meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

SMRC menggelar jajak pendapat terhadap 749 orang yang dipilih acak pada 5-19 Juli 2026. Populasi survei dalam sigi bertajuk ”Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” ini merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum. Tingkat kesalahan atau margin of error survei ini sebesar 3,7 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |