Prabowo Minta Maaf Penerimaan Dubes Negara Sahabat Terlambat

6 hours ago 5

PRESIDEN Prabowo Subianto menerima delapan duta besar baru untuk prosesi penyerahan surat kredensial dari negara asal mereka. Dalam acara yang berlangsung tertutup, Prabowo disebut sempat meminta maaf kepada para perwakilan negara sahabat karena terlambat menerima mereka secara resmi.

Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, yang mengikuti acara penyerahan kredensial, menceritakan momen tersebut. "Tadi Presiden sudah menyampaikan, pertama beliau meminta maaf atas keterlambatan ini kepada seluruh dubes," kata Anis setelah prosesi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Anis, keterlambatan ini terjadi karena faktor jadwal Presiden Prabowo yang sangat padat. Ia menyebut tidak ada niat sama sekali dari pemerintah untuk menunda-nunda penyerahan kredensial itu.

Anis berujar Prabowo memiliki banyak agenda sejak dilantik Presiden. "Fokus beliau kepada kepada penanganan situasi global yang benar-benar membutuhkan konsentrasi penuh," tutur Ketua Umum Partai Gelora ini.

Para dubes, Anis mengklaim, merespons permintaan maaf dari Prabowo dengan baik. Ia mengatakan mereka bisa mengerti situasi yang dihadapi Prabowo. Ia berujar perwakilan negara sahabat tak memiliki masalah dengan keterlambatan ini.

Dalam forum tertutup, menurut Anis, para dubes juga sempat menyampaikan pesan dari masing-masing pimpinan negaranya kepada Presiden Prabowo. Diskusi itu dilaksanakan bersama-sama dengan kedelapan dubes yang hadir.

Prabowo, kata Anis, juga menyajikan kopi yang berasal dari kediaman sang Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. "Suasananya sangat bagus. Yang lebih penting, tadi mereka semuanya mencoba kopi Hambalang. Luar biasa," ucapnya.

Anis mengatakan penyerahan kredensial kali ini berlangsung tertutup karena alasan teknis. Ia tak menjelaskannya secara detail. "(Acara tertutup) itu biasa saja, tidak ada yang istimewa di situ," kata dia.

Delapan duta besar yang menyerahkan kredensial kepada Prabowo hari ini berasal dari Filipina, Sri Lanka, Ceko, Yunani, Santa Lusia, Korea Selatan, Palestina, Libanon, dan Saint Lucia.

Anis menyampaikan, saat ini masih ada beberapa duta besar lainnya yang belum mendapat jadwal penyerahan kredensial. Penerimaan surat kepercayaan oleh kepala negara yang menjadi tuan rumah perlu dilakukan sebelum para duta besar bisa bertugas secara formal.

Anis berkata akan segera mengatur jadwal untuk duta besar lainnya. "Insya Allah, mudah-mudahan bisa dalam waktu dekat," tuturnya.

Lamanya penyerahan surat kepercayaan duta besar negara sahabat kepada Presiden Prabowo sempat dikritik oleh Dino Patti Djalal, eks Wakil Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut keterangan Dino, sedikitnya 17 calon dubes sudah berbulan-bulan menunggu giliran menyerahkan kredensial mereka.

Menurut Dino, bahkan ada diplomat yang menunggu hingga delapan bulan. Situasi ini ia khawatirkan dapat mengganggu citra diplomasi Indonesia.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |