Penyebab Kunjungan Turis ke Jepang Merosot Tajam

4 hours ago 1

ARUS kedatangan wisatawan mancanegara ke Jepang dilaporkan mengalami penurunan dalam dua bulan berturut-turut. Berdasarkan data resmi yang dikeluarkan oleh Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) pada Rabu, 17 Juni 2026, angka kunjungan pelancong asing pada bulan Mei menyusut 3,6 persen menjadi 3.559.900 orang secara tahunan. Kemerosotan ini memicu sorotan tajam, terutama terkait anjloknya pasar pariwsata utama mereka, yakni Cina.

Merespons kondisi tersebut, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi angkat bicara mengenai faktor utama di balik hilangnya ratusan ribu potensi turis tersebut. Penurunan drastis ini rupanya berakar dari sensitivitas isu geopolitik yang belakangan ini memanas di kawasan Asia Timur.

Dampak Ketegangan Politik 

PM Takaichi mengungkapkan bahwa kemerosotan tajam ini tidak lepas dari ketegangan diplomatik antara Tokyo dan Beijing. Hubungan kedua negara mendingin setelah adanya pernyataan dari pihak Jepang terkait kesiapan mengantisipasi konflik di Selat Taiwan. Dampaknya, pemerintah Cina secara tidak langsung mengimbau warganya untuk menahan diri dari agenda berlibur ke Negeri Sakura.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Akibat dinamika politik ini, penurunan berkepanjangan selama enam bulan berturut-turut dari pasar Tiongkok ini menjadi komoditas utama yang menggerus total angka statistik pariwisata Jepang pada kuartal kedua tahun ini. Dilansir dari China Travel News, jumlah turis asal Cina yang berkunjung ke Jepang merosot tajam hingga 60,4 persen dibandingkan tahun lalu, menyisakan 313 ribu kunjungan saja. 

Selain faktor hubungan bilateral dengan China, penurunan tipis juga dipengaruhi oleh pergeseran musim liburan di Asia Tenggara. Sebagaimana laporan dari The Japan Times, pelancong asal Thailand tercatat berkurang 8,6 persen akibat adanya penyesuaian kalender libur nasional di negara tersebut.

Kompensasi Lonjakan Turis Timur Tengah dan Korea Selatan

Meskipun pasar China mengalami hantaman keras, PM Takaichi menegaskan bahwa daya tarik pariwisata Jepang di belahan dunia lain masih menunjukkan performa yang sangat baik. Berdasarkan data yang dihimpun dari Jiji Press, Jepang justru mencatatkan lonjakan historis dari kawasan Timur Tengah sebesar 67,8 persen menjadi 39 ribu turis karena momentum hari libur nasional yang jatuh pada bulan Mei.

Tak hanya itu, kunjungan dari Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat sukses memecahkan rekor tertinggi khusus untuk bulan Mei. Korea Selatan menempati posisi teratas dengan mengirimkan 951.300 turis (naik 15,2 persen), disusul Taiwan dengan 616.800 orang, dan Amerika Serikat sebanyak 333.700 orang.

Kendati pasar alternatif menunjukkan pertumbuhan yang kuat, tantangan baru berupa kenaikan harga bahan bakar pesawat global kini membayangi target jangka panjang pemerintah. Menanggapi situasi ekonomi dan geopolitik yang dinamis ini, Komisaris Badan Pariwisata Jepang, Shigeki Murata, menyatakan bahwa pemerintah harus bergerak cepat melakukan kalkulasi ulang.

"Saat ini sangat sulit bagi kami untuk memprediksi seberapa jauh dampak dari kenaikan biaya operasional penerbangan ini terhadap dinamika permintaan wisata inbound ke Jepang dalam beberapa bulan mendatang," ujar Shigeki Murata melalui laporan Kyodo News.

LAODE MUHAMAD ASHEGAF

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |