CANTIKA.COM, Jakarta - Masuk usia hampir 40 tahun, dunia kencan online sering kali terasa jauh lebih melelahkan dibandingkan satu dekade sebelumnya. Bukan hanya soal mencari pasangan, tapi juga menghadapi ekspektasi keluarga, tekanan budaya, trauma hubungan masa lalu, hingga kelelahan emosional atau dating fatigue.
Hal ini juga diamini oleh Mira Sumanti, penulis buku Swipe Therapy, yang membagikan pengalamannya melihat banyak orang di rentang usia ini merasa capek, skeptis, tapi diam-diam masih berharap pada cinta.
Dating App Fatigue Itu Nyata
Menurut Mira, dating fatigue sering muncul ketika seseorang merasa sudah “terlalu lama” berada di dunia kencan tanpa hasil yang pasti. Apalagi di usia hampir 40, ekspektasi sering kali datang dari berbagai arah, mulai keluarga, lingkungan, bahkan dari diri sendiri.
Namun justru di titik ini, Mira melihat satu pola yang menarik. Banyak orang mulai menemukan hubungan yang sehat saat mereka berhenti memaksa segalanya berjalan sesuai timeline sosial.
“Ketika seseorang mulai berdamai dengan kemungkinan bahwa hidupnya baik-baik saja, bahkan tanpa pasangan, justru cinta sering datang dengan cara yang tidak terduga,” ujarnya.
Penulis memoar Swipe Theraphy, Mira Sumanti/Foto: Cantika/Ecka Pramita
Tips Kencan Online
1. Lepas Tekanan
Salah satu tips kencan online di usia hampir 40 tahun menurut Mira adalah melepaskan tekanan harus ‘cepat jadi’. Mira menekankan bahwa membandingkan diri dengan orang lain baik di media sosial maupun aplikasi kencan yang hanya akan memperburuk kondisi mental.
Dunia online penuh kurasi. Foto bisa diedit, cerita bisa dipoles, bahkan identitas bisa dimanipulasi dengan teknologi AI. Karena itu, penting untuk selalu mengingat bahwa apa yang terlihat di layar tidak selalu mencerminkan realitas.
2. Kencan Sebagai Proses Healing, Bukan Sebaliknya
Banyak orang percaya bahwa mereka harus “sembuh dulu” sebelum kembali berkencan. Namun bagi Mira, proses kencan itu sendiri bisa menjadi bagian dari penyembuhan.
Bertemu orang baru, berdandan, keluar rumah, lalu menyadari bahwa sebuah pertemuan tidak harus selalu berakhir dengan hubungan serius, semua itu adalah bentuk latihan keberanian dan pengenalan diri. “Kencan yang tidak berlanjut pun tetap punya nilai. Selalu ada pelajaran,” kata Mira.
3. Jangan Terlalu Lama di Dunia Virtual, Segera Bertemu Offline
Dengan latar belakangnya yang akrab dengan algoritma digital, Mira menegaskan satu hal penting: online tidak sama dengan nyata. Karena itu, ia menyarankan untuk tidak terlalu lama membangun ekspektasi lewat chat.
Pertemuan offline dengan cara yang aman bisa membantu seseorang kembali pada intuisi dasar: perasaan nyaman, good feeling, dan koneksi nyata yang tidak bisa digantikan layar.
4. Validasi Itu Perlu, Percaya Membabi Buta Jangan
Isu kepercayaan menjadi tantangan besar dalam kencan online, terutama setelah pengalaman patah hati. Mira bahkan menciptakan framework sederhana yang ia sebut “googleable scale”untuk membantu proses validasi.
Mulai dari mengecek jejak digital, memastikan identitas konsisten, hingga mencari tahu apakah seseorang memiliki keberadaan online yang masuk akal. Bukan untuk menjadi paranoid, tetapi agar tidak langsung percaya tanpa dasar.
Selain itu, dalam kondisi emosional—terutama setelah putus—standar sering kali menurun tanpa disadari. Orang yang memberi perhatian sederhana bisa terasa seperti “pahlawan”.
Untuk itu, Mira menyarankan memiliki support system yakni teman atau keluarga yang bisa dihubungi kapan saja untuk memberi perspektif objektif. Orang-orang ini membantu mengingatkan saat kita mulai melihat hubungan lewat rose tinted glasses atau sikap memandang situasi, orang, atau kehidupan secara sangat optimistis, sering kali naif atau tidak realistis.
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































