Pemerintah Pertimbangkan Skema KIP Kuliah On Going

3 hours ago 2

DIREKTUR Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Muhammad Najib menyampaikan kementerian bakal mempertimbangkan skema Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) on going atau di tengah masa studi.

Selama ini, beasiswa KIP-K hanya dapat diakses mahasiswa pada saat awal masuk perkuliahan saja. Sementara, di masa pertengahan perkuliahan ternyata banyak mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi sehingga kesulitan membayar uang kuliah tunggal (UKT).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Najib mengatakan, kementerian akan mempertimbangkan hal tersebut dengan membicarakan usulan ini dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Kami harus bicarakan dengan DPR, ya, apakah memungkinkan skema yang on going juga bisa dibiayai oleh KIP Kuliah,” kata dia saat ditemui di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Selatan, Senin, 13 April 2026.

Najib bilang, seharusnya skema KIP-K on going bisa diterapkan. “Seharusnya bisa. Nanti kami coba dalami dulu lah,” ujarnya.

Sebelumnya, berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta mengeluhkan macetnya pembayaran UKT dari mahasiswa. Penyebabnya rata-rata karena kendala ekonomi yang baru dirasakan mahasiswa di masa pertengahan studi.

Misalnya seperti yang dialami Universitas Padjadjaran (Unpad). Badan Eksekutif Mahasiswa Unpad mencatat ada lebih dari 100 laporan dari mahasiswa ihwal kesulitan membayar UKT. Kepala Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Unpad, Kezya Diynar, mengatakan rata-rata mahasiswa yang kesulitan membayar UKT itu karena kondisi ekonomi keluarga mereka berubah.

Ada orang tuanya yang kehilangan pekerjaan, ada juga yang penghasilannya menurun. Direktur Kemahasiswaan Unpad Inu Isnaeni Sidiq turut membenarkan penyebab banyaknya mahasiswa yang menunggak UKT. Umumnya, kata dia, mahasiswa yang menunggal berasal dari keluarga yang orang tuanya bekerja di sektor formal. “Pendapatannya tidak stabil. Kami melihat fenomena ini sudah sejak 2020 saat Covid,” kata dia, Ahad, 12 April 2026.

Situasi serupa dialami Institut Teknologi Bandung (ITB). Tunggakan UKT terjadi berulang setiap semester. Presiden Mahasiswa ITB Farrel Faiz Firmansyah mengatakan sebagian mahasiswa bahkan harus mengandalkan bantuan alumnni untuk melunasi biaya kuliah.

Kondisi di Universitas Gadjah Mada (UGM) juga tak jauh berbeda. Wakil Rektor UGM Arie Sujito mengatakan memburuknya ekonomi nasional turut mempengaruhi kemampuan orang tua membayar biaya pendidikan. Kampus pun harus mencari alternatif pendanaan melalui kerja sama dengan mitra dan alumni untuk menutup kekurangan tersebut.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |