Ousmane Dembele Menilai Kritik ke Mbappe Sudah Kelewatan

3 hours ago 1

PENYERANG tim nasional Prancis, Ousmane Dembele, membela rekan setimnya, Kylian Mbappe, yang terus menjadi sasaran kritik setelah performanya kurang memuaskan Real Madrid dalam dua musim terakhir. Menurut Dembele, sorotan negatif terhadap kapten timnas Prancis itu sudah kelewatan.

Mbappe bergabung dengan Real Madrid secara bebas transfer pada 2024. Namun, sejak kedatangannya, klub raksasa Spanyol tersebut gagal memenuhi ekspektasi. Pada periode yang sama, mantan klub Mbappe, Paris Saint-Germain, justru mampu menjuarai Liga Champions dua musim beruntun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Situasi itu membuat Mbappe kerap menjadi kambing hitam atas hasil-hasil buruk Madrid. Ia beberapa kali mendapat cemoohan dari pendukung klubnya. Bahkan sebuah petisi yang menuntut kepergiannya dari Santiago Bernabeu pernah mengumpulkan jutaan tanda tangan.

Dalam wawancara dengan surat kabar Spanyol, Marca, Dembele menilai kritik yang diterima Mbappe tidak adil. "Kritik terhadapnya sangat-sangat tidak adil. Beberapa orang sudah kelewatan dalam mengkritik Mbappe," kata pemain PSG tersebut.

Menurut Dembele, publik terlalu sering menyoroti segala hal yang dilakukan Mbappe, bahkan untuk hal-hal sepele di luar performanya di lapangan. "Dia pemain luar biasa dan pribadi yang sangat baik di luar lapangan. Beberapa orang berlebihan mengkritiknya hanya karena dia Kylian Mbappe. Mereka seharusnya berhenti melakukan itu," tuturnya.

Kylian Mbappe. Shutterstock

"Apakah dia mengikat tali sepatunya atau tidak, apakah dia menaikkan kaus kakinya atau tidak, semuanya menjadi bahan pembicaraan. Itu sudah terlalu berlebihan. Dia tetap manusia biasa. Bersama tim nasional Prancis, dia sangat baik dan merupakan seorang pemimpin," ucap Dembele.

Prancis akan memulai perjalanannya dalam Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Senegal. Turnamen ini juga diperkirakan menjadi ajang terakhir Didier Deschamps menangani Les Bleus.

Nama legenda Prancis, Zinedine Zidane, terus disebut-sebut sebagai kandidat terkuat pengganti Deschamps setelah Piala Dunia berakhir. Dembele mengaku tidak berkeberatan jika mantan pelatih Real Madrid tersebut benar-benar mengambil alih posisi itu.

"Didier Deschamps adalah pelatih yang luar biasa. Dia akan selalu menjadi legenda di antara pelatih tim nasional Prancis," kata Dembele. "Kami berharap suatu hari nanti bisa menyambut Zidane di bangku pelatih Prancis. Saya yakin dia akan melakukan pekerjaan yang fantastis," ia mengimbuhkan.

Dembele dan Mbappe sama-sama memiliki kenangan besar bersama timnas Prancis di Piala Dunia. Dembele menjadi bagian dari skuad juara dunia 2018, sedangkan Mbappe mencetak hat-trick dalam final Piala Dunia 2022 saat Prancis kalah oleh Argentina melalui adu penalti. Kini keduanya bertekad membawa Prancis kembali merebut gelar juara dunia dalam Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |