POLISI mengusut kematian seorang narapidana pembunuhan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Narapidana bernama Anton Kurniawan itu meninggal pada Ahad, 31 Mei 2026 saat sedang berada di sel isolasi.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Tengah Komisaris Budi Rachmat mengatakan polisi mengusut dua kasus sekaligus, yakni kematian Anton dan dugaan penyelundupan senjata api ke dalam Lapas Palangka Raya. "Kasusnya sudah ditangani Polri. Terkait dengan kematian almarhum Anton dan (penyelundupan) senjata api," kata Budi saat dikonfirmasi pada Rabu, 17 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Budi, dua kasus itu ditangani oleh penyidik Polresta Palangka Raya. Dia belum merinci perkembangan penanganan dua perkara itu.
Namun, ada dugaan keterlibatan anggota Polri dalam kasus penyelundupan senjata api ke dalam lapas. Budi mengatakan, dugaan keterlibatan polisi dalam peredaran senjata api itu tengah diusut Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kalimantan Tengah. Budi belum mau mengungkap berapa anggota yang diduga terlibat. "Pelanggaraan kode etik terkait anggota Polri ditangani Bidpropam Polda Kalteng," ujar dia.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah I Putu Murdiana mengatakan, sore hari sebelum kematiannya Anton masih beraktivitas dengan pengawasan di kamar huniannya. Mantan anggota Polres Palangka Raya itu masih sempat mandi dan makan pada sore hari. "Saat sore yang bersangkutaan masih melakukan aktivitas di kamar hunian," kata Putu, Ahad, 31 Mei 2026 dikutip dari Antara.
Menurut Putu, petugas menyadari kondisi janggal Anton sekitar pukul 20.35. Narapidana kasus pembunuhan terhadap sopir perusahaan ekspedisi itu ditemukan dalam kondisi lemas. Saat itu Anton masih bernapas dan sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.
Namun nyawa Anton akhirnya tak tertolong. Hasil autopsi sementara Anton meninggal karena gagal jantung. Namun polisi masih melakukan pengecekan cairan lambung di Laboratorium Forensik Polri Banjarmasin.
Anton sebelumnya sempat mencoba melarikan diri dari lapas pada Sabtu, 23 Mei 2026. Dia diduga sempat menodongkan pistol kepada penjaga lapas. Namun pistol itu gagal meletus saat pemantik ditarik. Hal itulah yang membuatnya sempat mendekam di sel isolasi khusus.
















































