Makna Cantik Ala Ni Nengah Widiasih

5 hours ago 2

ATLET angkat berat Indonesia Ni Nengah Widiasih mengatakan kecantikan perempuan tidak hanya diukur dari penampilan fisik. Menurutnya, kesehatan mental, keberanian menerima diri sendiri, dan kemauan untuk terus berkembang merupakan bagian dari makna cantik yang sesungguhnya.

Pandangan itu disampaikan Widiasih usai menghadiri pembukaan Wardah Colour Circuit di Nirmana Falatehan, Blok M, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026. Dalam acara tersebut, ia turut tampil dalam peragaan busana Women of Speed bersama sejumlah perempuan dari berbagai profesi, seperti pembalap Amna Al Qubaisi, aktris Amanda Rawles dan Michelle Ziudith, beauty influencer Sashfir, dokter sekaligus model Khaura Tsabitha Baraba, serta fotografer satwa liar Anya Cahyara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Widiasih menilai masih ada anggapan bahwa perempuan harus memenuhi standar kecantikan yang berfokus pada penampilan fisik. Padahal, menurut dia, kecantikan juga mencakup kondisi mental yang sehat.

"Kalau di Indonesia, mungkin perempuan itu harus cantik secara fisik. Tapi juga cantik dan sehat secara mental, itu penting," kata Widiasih.

Peraih medali perak Paralimpiade Rio 2016 itu mengatakan kecantikan bukan berarti menjadi sosok yang sempurna. Yang lebih penting, menurut dia, adalah berani menerima diri sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

"Bagi perempuan-perempuan di seluruh Indonesia, kecantikan itu bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang berani menjadi diri sendiri, menerima diri sendiri, serta terus upgrade untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya," ujarnya.

Di luar aktivitas sebagai atlet, Widiasih sangat tertarik pada kendaraan sport, terutama mobil sport. Ia mengatakan menyukai kendaraan tersebut karena desainnya yang menurutnya menarik. "Saya lebih ke mobil sport ya. Karena mobil sport itu keren, dari pertama melihat sudah keren," ujarnya.

Kegemarannya terhadap mobil dan motor sport, kata Widiasih, tidak lepas dari profesinya sebagai atlet. "Mungkin saya juga olahragawan, jadi apa pun yang berhubungan dengan sport itu saya jatuh cinta," katanya.

Widi, sapaan akrabnya, merupakan atlet para angkat berat asal Karangasem, Bali, yang lahir pada 12 Desember 1989. Ia meraih medali perak pada Paralimpiade Rio 2016, lalu kembali mempersembahkan medali perak pada Paralimpiade Tokyo 2020 di kelas 41 kilogram putri. Raihan itu menjadi medali pertama Indonesia pada Paralimpiade Tokyo sekaligus membuka perolehan medali kontingen Merah Putih di ajang tersebut.

Irsyam Hasyim dan Khairul Imam Ghozali berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |