Langkah BNPB Hadapi Risiko Karhutla Imbas Kemarau Tahun Ini

2 hours ago 2

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi selama musim kemarau tahun ini. Berdasarkan analisis para ahli, musim kemarau kali ini akan lebih panjang dan lebih kering dari biasanya sehingga perlu kewaspadaan untuk mengurangi dampak dan kerugian yang ditimbulkan. 

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan wilayah Sumatera dan Kalimantan menjadi daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla. “Kita tidak boleh lengah, seluruh unsur harus bergerak bersama sejak dini,” kata Suharyanto melalui keterangan tertulisnya pada Kamis, 16 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Suharyanto mengatakan tindakan pencegahan merupakan kunci utama agar kebakaran tidak meluas dan berdampak bagi masyarakat. Ia menyebut BNPB telah mengerahkan pelbagai dukungan termasuk operasi udara melalui patroli dan water bombing, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca sebagai salah satu pencegahan tersebut. 

Dia juga mengatakan bahwa Indonesia telah tiga kali menghadapi fase El Nino yang mengakibatkan kekeringan pada 2015, 2019, dan 2023 lalu. Menurutnya, potensi kehadiran El Nino di tahun ini bisa lebih berkurang dampaknya jika bisa dilakukan tindakan preventif secara tepat sejak dari sekarang. 

Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan, kata Suharyanto, BNPB mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pemantauan dan penanganan karhutla, seperti sistem deteksi titik panas (hotspot) berbasis satelit, pemantauan cuaca dari BMKG, serta pemanfaatan drone untuk patroli udara.

Selain itu, BNPB juga menyalurkan Dana Siap Pakai (DSP) dan bantuan peralatan seperti pompa air, selang, alat pelindung diri, dan sarana komunikasi untuk mendukung kesiapsiagaan daerah. “Penanganan karhutla bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi menjadi faktor penentu keberhasilan,” kata Suharyanto.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |