Kapan Waktu Terbaik Minum Teh hijau? Kepoin Jawabannya di Sini

23 hours ago 6

CANTIKA.COMJakarta - Mulai dari kulit yang lebih bersih hingga pencernaan yang lebih baik, teh hijau memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, menurut seorang ahli, waktu konsumsi yang salah dapat membatasi manfaatnya.

Bagi pecinta teh, tidak ada yang bisa menandingi kenyamanan secangkir teh harian mereka. Teh hijau, khususnya, telah memikat hati karena khasiatnya yang menenangkan, menghilangkan stres, dan membawa ketenangan bagi tubuh dan pikiran. Menurut penelitian, antioksidannya juga dapat melindungi kulit dari stres oksidatif, membantu perbaikan kulit, dan memperlambat penuaan yang disebabkan oleh peradangan. Namun, penting untuk mengonsumsi teh hijau pada waktu yang tepat dan dalam jumlah sedang, kata seorang ahli diet.

Shalini Arvind, Kepala Ahli Gizi di Rumah Sakit Fortis, mengatakan kepada Health Shots kalau teh hijau sering disebut sebagai minuman 'detoks'. Organ-organ seperti hati, ginjal, paru-paru, dan kulit melakukan pekerjaan detoksifikasi tubuh setiap menitnya. Tetapi teh hijau mendapatkan nama ini karena kaya akan antioksidan, terutama katekin, yang membantu mengurangi peradangan, mendukung fungsi hati, dan melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh polusi, stres, dan makanan ultra-olahan. 

"Kandungan kafeinnya yang ringan juga meningkatkan metabolisme. Meskipun teh hijau memiliki banyak manfaat, meminumnya pada waktu yang salah dapat menyebabkan asam lambung, kurang tidur, atau penurunan penyerapan nutrisi karena kafein dan tanin di dalamnya," ucapnya. 

Manfaat Teh Hijau

Teh hijau mendukung fungsi detoksifikasi alami tubuh karena alasan-alasan berikut:

Teh hijau mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), antioksidan kuat yang menghilangkan radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif, yang dapat merusak sel dan jaringan.

Hati adalah salah satu organ detoksifikasi utama tubuh. Menurut PubMed, EGCG yang ditemukan dalam teh hijau membantu menjaga keseimbangan redoks, mengurangi stres oksidatif, memodulasi jalur metabolisme, dan dapat melindungi terhadap peradangan hati, penumpukan lemak, fibrosis, dan perkembangan menuju penyakit hati yang lebih serius.

Menurut ScienceDirect, polifenol teh hijau melindungi DNA dan mencegah efek merusak sinar UV, seperti reaksi terbakar matahari, dan dapat mengurangi risiko kanker kulit sekaligus meningkatkan kualitas kulit.

Tanda-tanda kamu mungkin minum teh hijau di waktu yang salah

Jika kamu mengalami asam lambung, ketidaknyamanan perut, kembung, atau gelisah setelah minum teh hijau, itu mungkin menandakan bahwa Anda mengonsumsinya pada waktu yang salah. Merasa gelisah, kesulitan tidur, atau mengalami sakit kepala juga bisa menjadi tanda waktu yang kurang tepat atau konsumsi berlebihan, kata ahli gizi tersebut.

Kapan waktu terbaik untuk minum teh hijau?

Saat teh hijau dikonsumsi dalam keadaan perut kosong, penyerapan senyawanya jauh lebih tinggi dibandingkan jika dikonsumsi bersama makanan (bahkan sarapan ringan) atau dicampur dalam makanan. Jadi, untuk mendapatkan manfaat maksimal dari EGCG, mengonsumsi teh hijau di antara waktu makan atau sebelum makan mungkin lebih efektif daripada mengonsumsinya bersama atau tepat setelah makan.

Menurut sebuah studi yang dilakukan pada pria sehat pada tahun 2019 yang dilaporkan oleh PubMed, para peneliti membandingkan konsumsi teh hijau pagi dan malam hari serta memeriksa kadar glukosa darah setelah makan dan respons inkretin. Ditemukan bahwa konsumsi teh hijau kaya katekin di malam hari mengurangi lonjakan glukosa setelah makan lebih banyak daripada plasebo. Ini menyiratkan bahwa waktu konsumsi memang penting jika ingin melakukan detoksifikasi.

Tips menikmati teh hijau

- Mengonsumsinya bersamaan dengan makanan berat yang kaya protein atau mineral dapat mengurangi manfaatnya.

- Hasilnya dapat bervariasi tergantung pada usia, metabolisme, sensitivitas kafein, dan faktor individu lainnya.

Siapa yang sebaiknya menghindari teh hijau?

Menurut ahli gizi, orang dengan asam lambung, anemia berat, atau perut sensitif harus lebih berhati-hati dengan waktu dan jumlahnya. Terlepas dari manfaatnya, beberapa penelitian terbaru menyoroti efek samping dari ekstrak teh hijau dosis tinggi , yang dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan seperti hepatotoksisitas hati, stimulasi sistem saraf, masalah kardiovaskular, dan gangguan fungsi ginjal, menurut ResearchGate.

HINDUSTAN TIMES

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |