Harga Jual Senjata Api Rakitan Ki Bedil Mencapai Rp 20 Juta

2 hours ago 2

SATUAN Reserse Mobile Badan Reserse Kriminal Polri menangkap TS alias Ki Bedil, tersangka perakit senjata api ilegal, pada Senin, 6 April 2026. Kepala Satuan Resmob Bareskrim Polri Komisaris Besar Teuku Arsya Khadafi mengatakan senjata buatan Ki Bedil dijual dengan harga bervariasi. “Untuk harga senjatanya tergantung dengan jenisnya,” kata Arsya, Ahad, 12 April 2026.

Arsya menjelaskan perbedaan harga tersebut ditentukan berdasarkan tingkat kerumitan pembuatannya. Adapun kisaran harganya sekitar Rp 15 hingga Rp 20 juta untuk setiap unitnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Untuk beberapa jenis yang rumit seperti pistol itu diperjualbelikan dengan angka sekitar Rp 15 sampai dengan 20 juta. Untuk senjata-senjata senapan laras panjang dengan tingkat akurasi 100 meter itu juga diperjualbelikan sekitar antara Rp 15 sampai 20 juta,” tutur dia.

Arsya menjelaskan laki-laki 58 tahun itu diduga merakit dan menjual senjata api ilegal selama 20 tahun. Menurut Arsya, Ki Bedil lama dikenal dalam dunia kriminal jalanan. "Ki Bedil terkenal di kalangan street crime dan pemburu ilegal, senjata buatannya sangat baik dan berfungsi serta memiliki akurasi yang tinggi," ujarnya.

Selain Ki Bedil, ada AS, 42 tahun yang berperan sebagai broker yang menjajakan senjata rakitan Ki Bedil. Penangkapan terhadap AS dilakukan Jalan Raya Cipancing, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Senin, 6 April 2026. Dari AS, polisi menyita pistol SIG Sauer P226 beserta magasin, 2 butir peluru kaliber 22, dan 1 sampel senjata laras panjang yang belum jadi.

Polisi menggeledah rumah AS dan ditemukan ratusan peluru berbagai kaliber, mulai dari kaliber 5 mm hingga peluru kaliber 380 mm. Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan terhadap Ki Bedil. 

Polisi kemudian menangkap Ki Bedil di rumahnya yang berada di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. “Di rumahnya, kami menyita empat popor laras panjang dan beberapa peralatan untuk membuat senjata api,” ucap Arsya.

Arsya mengatakan, selama 20 tahun Ki Bedil tak pernah bertransaksi langsung dengan pembeli. Dia menjual senjata buatannya melalui perantara seperti AS. Polisi kini tengah melacak sejumlah pembeli senjata rakitan dari Ki Bedil di beberapa daerah.

Hammam Izzuddin berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |