Emmanuel Macron dan Prabowo Sepakat Persiapkan Konferensi soal Gaza

8 hours ago 3

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaku berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu, 5 April 2025. Mereka berdiskusi untuk membahas persiapan menggelar konferensi soal Gaza pada Juni mendatang. Tujuannya, menghadirkan perdamaian di Timur Tengah serta mengakhiri perang di Ukraina. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Kami akan bekerja sama dalam persiapan konferensi tentang Gaza yang akan diadakan pada bulan Juni," kata Macron dalam cuitan berbahasa Indonesia di akun X resminya, @EmmanuelMacron dikutip Sabtu, 5 April 2025.

Selain itu, Macron mengatakan, dirinya dan Prabowo sepakat memperkuat kerja sama dalam berbagai proyek di masa depan. Kerja sama itu dalam rangka membangun ekonomi masa depan antara Prancis dan Indonesia.

"Prancis dan Eropa ingin membangun ekonomi masa depan bersama Indonesia dengan menciptakan rantai nilai yang tangguh, terutama di sektor logam kritis, serta mendukung transisi energi," kata dia.

Macron mengatakan kerja sama itu akan dikuatkan ketika dirinya saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada akhir Mei mendatang. Kerja sama itu akan dilakukan pada bidang pertahanan, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan budaya.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot sebelumnya memastikan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan menggelar kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Mei 2025.

Rencana lawatan Macron itu menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan bilateral kedua menteri luar negeri tersebut di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta Pusat, pada Rabu, 26 Maret 2025.

“Kami berdiskusi mengenai persiapan pelaksanaan kunjungan tersebut sekaligus menyusun langkah-langkah yang sifatnya prioritas dalam meningkatkan hubungan antara kedua negara dan menjadi hasil dari kunjungan tersebut,” kata Sugiono kepada wartawan.

Sugiono turut memaparkan sejumlah topik utama kerja sama bilateral Indonesia-Prancis yang dibahas dalam pertemuan tersebut, seperti transisi energi, ketahanan pangan, pertahanan, transformasi digital, dan hubungan budaya.

Sugiono berharap agar kerja sama antara Indonesia dan Prancis dapat membawa hasil yang konkret untuk masyarakat kedua negara. Dia juga menginginkan agar hubungan bilateral Indonesia-Prancis yang sudah berlangsung selama 75 tahun semakin kuat, khususnya lewat kunjungan Macron ke Indonesia. 

Savero Aristia Wienanto berkonstribusi dalam tulisan ini.

Read Entire Article
Bogor View | Pro Banten | | |