CANTIKA.COM, Jakarta - Di era ketika gaya hidup sehat semakin menjadi bagian dari keseharian, mulai dari rutin olahraga, memilih makanan sehat, hingga menjaga kesehatan mental, banyak orang merasa sudah cukup terlindungi dari risiko penyakit. Namun, menurut Dokter Gia Pratama, kebiasaan hidup sehat saja belum tentu cukup untuk menghadapi tantangan kesehatan modern yang semakin kompleks.
Penyakit Kritis Penyebab Kematian Tertinggi
Sebagai dokter yang selalu ada di IGD dan setia menemani pasien untuk cuci darah, dr. Gia Pratama menjelaskan bahwa penyakit kritis sering dipahami masyarakat seperti pembunuhan, padahal sebab kematian paling sering di rumah sakit adalah stroke dan jantung.
Apalagi masyarakat yang memahami penyakit tersebut akan menyerang seseorang di usia senja, padahal tidak juga. Ia juga menunjukkan data nasional bahwa rata-rata penyakit jantung semakin mendatangi di usia yang semakin muda. Jika begitu, kita semakin harus mewaspadai dan memahami apa saja penyebab penyakit kritis tersebut. “penyakit stroke dan jantung itu tidak berdiri sendirian, tapi juga ada faktor risiko, tidak mendadak,” ucapnya.
Health talkshow bersama Zurich Launching Critical Care di Jakarta pada 27 Januari 2026. Dari kanan ke kiri Yohan Dharmawan: Head of Propositions PT Zurich Topas Life, Dokter Gia Pratama, dan Santy Gui: Direktur PT Zurich Topas Life. Foto: CANTIKA/Tsabita Sirly Kamaliya
Berikut faktor-faktor risiko yang menyebabkan adanya serangan stroke dan jantung menurut dr. Gia.
1. Diabetes, gula darah yang tinggi
Menurut Dokter Gia gula yang seharusnya berada dalam darah normalnya adalah 80-120 ml. Artinya dalam 1 liter darah hanya boleh ada gula 1 gram saja," kata Dokter Gia.
2. Tekanan darah tinggi
Jika pecah di kepala namanya stroke, dan membuat lumpuh bagian tubuh tertentu.
3. Merokok
Paru-paru normal dan milik si perokok sangatlah berbeda, terutama di Indonesia 71 persen laki-laki adalah perokok.
4. Malas bergerak yang luar biasa
Warga Indonesia rata-rata langkah per harinya hanya 3.000 an langkah, berbeda jauh dengan negara lain yang mencapai 11.000 an langkah per hari. Ternyata salah satu penyebab warga Indonesia malas jalan kaki adalah terkena panas matahari. Dokter Gia memberi saran untuk jalan kaki sebelum matahari terbit karena belum terasa panas. Terlebih jika hobi makanan kalori tinggi seperti gorengan tapi tidak olahraga, maka kalori tersebut tidak terbakar.
5. Obesitas
Jika 10 tahun mendatang pola hidup kita hanya seperti ini saja, maka angka kesehatan pun akan semakin menurun.
Langkah Pencegahan
Mirisnya dalam menghadapi penyakit kritis adalah ketidaksiapan kita terhadap pembiayaan. BPJS saja tidak dapat menutupi semua biaya korban penyakit kritis. Oleh karena itu, jaminan kesehatan atau asuransi itu perlu untuk melengkapi ke kehidupan setelah perawatan penyakit. “Kita pasti butuh dana tambahan baik dari dana pribadi maupun asuransi, karena mengandalkan BPJS saja akan kurang,” jelas Dokter Gia.
Langkah sederhana menurut Dokter Gia yang dapat dilakukan sejak awal adalah melakukan medical chek up rutin, menjaga angka stabil seumur hidup, olahraga rutin, istirahat cukup, menjaga makanan, karena semua yang masuk ke dalam mulut akan menjadi bahan bakar sel tubuh, serta asuransi untuk pencegahan. “Pernah di rumah sakit kami itu sempat ada cekcok pasien dan nakes masalah BPJS ynag tidak meng-cover biaya sakitnya pasien, jadi mohon dijaga dari sekarang,” pungkasnya.
TSABITA SIRLY KAMALIYA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































